"Bicara kurban melalui lembaga adalah bicara tentang optimalisasi, manfaat bagi kurban itu. Di Indonesia ini walaupun risetnya beberapa tahun lalu, menyampaikan bahwa 90 persen hewan kurban itu dipotong di perkotaan. Padahal di perkotaan ini di setiap rumah, bahkan bisa dapat berkilo-kilo," ujar Rini Maryani, Presiden Global Qurban dalam acara 'Membangun Relawan Jurnalis Kemanusiaan' di Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2017).
Rini mengatakan berkurban dan memberikannya, kepada mereka yang tidak pernah memakan daging akan sangat lebih berarti. Ini dapat menjadi keberkahan dan manfaat bagi mereka yang berkurban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program Global Qurban ACT akan membantu menyalurkan hewan kurban baik di dalam maupun di luar negeri, seperti Palestina, Suriah, Turki, Kenya, Nigeria, Sri Langka hingga Jordania. Dengan target 7.5 juta jiwa, yang akan menerima daging kurban.
"Target utama berapa penerima manfaat, yang ditargetkan 7.5 juta jiwa yang bisa kita bantu. Dengan 60 persen di Indoenesia, dan 40 persen di luar negeri," ujar Rini.
Rini mengatakan untuk transparasi, bahwa hewan kurban telah sampai kepada mereka yang berhak. Pengkurban akan mendapatkan laporan kurban, berupa foto dan testimoni dari masyarakat yang menerima secara langsung.
"Ada laporan kurban, jadi pengkurban akan mendapatkan laporan kurban dalam bentuk foto hewan kurban yang utuh. Kemudian foto hewan yang dipotong, kemudian foto simbolis pemberian daging pada masyarakat yang menerima. Kemudian pengkurban akan mendapatkan profile wilayah tempat disalurkannya hewan kurban, dan akan ada testimoni dari penerima hewan kurban," ujar Rini (fjp/fjp)











































