"Saya diminta memberikan keynote speech dalam pembukaan simposium yang diselenggarakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ini. Saya merasa cukup bangga karena tercatat ada 43 negara yang hadir dan 11 KSAL dari berbagai negara," kata Menkopolhukam Wiranto.
3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017 (David/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang hadir menunjukkan bahwa mereka sangat antusias bersama Indonesia dan negara lain untuk bicara masalah keamanan maritim," tambah Wiranto.
Acara ini mengangkat isu pengembangan kerja sama multilateral dalam menghadapi ancaman keamanan maritim di era modern, penerapan kerja sama maritim dan pembangunan kapasitas melalui pemahaman bersama, serta implementasi good order dalam maritim regional.
Negara-negara yang hadir adalah Timor Leste, Portugal, Myanmar, Kamboja, Bangladesh, Iran, Australia, Nigeria, Arab Saudi, Filipina, Rusia, China, Jepang, India, Malaysia, Thailand, Jerman, Inggris, Korea Utara, Korea Selatan, Prancis, Turki, Kanada, Brasil, Brunei Darussalam, Italia, Mauritius, Papua Nugini, Pakistan, Selandia Baru, Sri Lanka, Vietnam, Belanda, dan Amerika Serikat.
Sedangkan 11 perwira tinggi setingkat KSAL yang hadir adalah Commander Adao Brito dari Timor Leste, Admiral Antonio M Fernandez dari Portugal, Admiral Tin Aung San dari Myanmar, Tea Vin dari Kamboja, Admiral Nizamudin Ahmed dari Bangladesh, Admiral Habibollah Sayyari dari Iran, VADM TW Barret dari Australia, Vice Admiral Ibok-Ete Ekwe Ibas dari Nigeria, Vice Admiral Abdullah bin Sultan bin Muhammad Al-Sultan dari Arab Saudi, dan VADM Ronald JS Mercado dari Filipina.
Hadir pula pembicara dari Rusia, Vice Admiral Fedetenkov Alexander, Vice Admiral Wang Hai dari China, RADM Ryo Sakai dari Jepang, dan RADM Deepak dari India. Total peserta yang hadir dalam simposium ini mencapai 350 orang.
"Karena saat ini, dengan perkembangan masyarakat dan dinamika lingkungan strategis regional maupun internasional, maka laut juga merupakan bagian dari ketidakamanan antarnegara," ujar Wiranto.
Foto: 3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017 (David/detikcom) |
"Karena ada kejahatan lintas negara melalui laut, seperti illegal fishing, illegal logging, human trafficking, narkoba, terorisme, penyanderaan, dan itu semua lewat laut," pungkasnya.
Acara ini juga menjadwalkan pertemuan bilateral antara KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dengan perwira tertinggi angkatan laut dari 11 negara tersebut. Simposium ini akan berlangsung hingga Jumat (25/8) besok dengan harapan menghasilkan kerja sama bilateral ataupun multilateral yang dalam meminimalkan kejahatan lintas laut.
"Mudah-mudahan mendapatkan sambutan dari berbagai negara dan menghasilkan hal yang berguna," ucap Wiranto. (vid/rvk)












































3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017 (David/detikcom)