43 Angkatan Laut Sedunia Kumpul di Bali

43 Angkatan Laut Sedunia Kumpul di Bali

Prins David Saut - detikNews
Kamis, 24 Agu 2017 14:08 WIB
43 Angkatan Laut Sedunia Kumpul di Bali
Foto: 3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017 (David/detikcom)
Denpasar - Angkatan laut dari 43 negara berkumpul di Bali untuk membahas keamanan maritim. Sebelas di antaranya perwira tertinggi angkatan laut yang membahas kerja sama penanggulangan keamanan maritim sekaligus membangun Indonesia menjadi poros maritim dunia.

"Saya diminta memberikan keynote speech dalam pembukaan simposium yang diselenggarakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) ini. Saya merasa cukup bangga karena tercatat ada 43 negara yang hadir dan 11 KSAL dari berbagai negara," kata Menkopolhukam Wiranto.


43 Angkatan Laut Se-dunia Kumpul di Bali3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017 (David/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan hal ini dalam acara 3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017 di Inaya Putri Bali, Benoa, Badung, Bali, Kamis (24/8/2017). Turut hadir dalam acara ini KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, Dirjen Asia-Pasifik Kementerian Luar Negeri Dr Desra, dan Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman Arif Havas Oegroseno.

"Yang hadir menunjukkan bahwa mereka sangat antusias bersama Indonesia dan negara lain untuk bicara masalah keamanan maritim," tambah Wiranto.

Acara ini mengangkat isu pengembangan kerja sama multilateral dalam menghadapi ancaman keamanan maritim di era modern, penerapan kerja sama maritim dan pembangunan kapasitas melalui pemahaman bersama, serta implementasi good order dalam maritim regional.

Negara-negara yang hadir adalah Timor Leste, Portugal, Myanmar, Kamboja, Bangladesh, Iran, Australia, Nigeria, Arab Saudi, Filipina, Rusia, China, Jepang, India, Malaysia, Thailand, Jerman, Inggris, Korea Utara, Korea Selatan, Prancis, Turki, Kanada, Brasil, Brunei Darussalam, Italia, Mauritius, Papua Nugini, Pakistan, Selandia Baru, Sri Lanka, Vietnam, Belanda, dan Amerika Serikat.

Sedangkan 11 perwira tinggi setingkat KSAL yang hadir adalah Commander Adao Brito dari Timor Leste, Admiral Antonio M Fernandez dari Portugal, Admiral Tin Aung San dari Myanmar, Tea Vin dari Kamboja, Admiral Nizamudin Ahmed dari Bangladesh, Admiral Habibollah Sayyari dari Iran, VADM TW Barret dari Australia, Vice Admiral Ibok-Ete Ekwe Ibas dari Nigeria, Vice Admiral Abdullah bin Sultan bin Muhammad Al-Sultan dari Arab Saudi, dan VADM Ronald JS Mercado dari Filipina.

Hadir pula pembicara dari Rusia, Vice Admiral Fedetenkov Alexander, Vice Admiral Wang Hai dari China, RADM Ryo Sakai dari Jepang, dan RADM Deepak dari India. Total peserta yang hadir dalam simposium ini mencapai 350 orang.

"Karena saat ini, dengan perkembangan masyarakat dan dinamika lingkungan strategis regional maupun internasional, maka laut juga merupakan bagian dari ketidakamanan antarnegara," ujar Wiranto.

Foto: 3rd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2017 (David/detikcom)


"Karena ada kejahatan lintas negara melalui laut, seperti illegal fishing, illegal logging, human trafficking, narkoba, terorisme, penyanderaan, dan itu semua lewat laut," pungkasnya.

Acara ini juga menjadwalkan pertemuan bilateral antara KSAL Laksamana TNI Ade Supandi dengan perwira tertinggi angkatan laut dari 11 negara tersebut. Simposium ini akan berlangsung hingga Jumat (25/8) besok dengan harapan menghasilkan kerja sama bilateral ataupun multilateral yang dalam meminimalkan kejahatan lintas laut.

"Mudah-mudahan mendapatkan sambutan dari berbagai negara dan menghasilkan hal yang berguna," ucap Wiranto. (vid/rvk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads