Puluhan warga Kecamatan Ujung Tanah menggeruduk Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Makassar di Jalan Satando, Makassar, Kamis (24/8/2017). Mereka mendesak pemindahan depot LPG di kawasan Pelabuhan Makassar setelah patahnya tiang penyangga tangki berkapasitas LPG 250 metrik ton (berita sebelumnya tertulis 2.500 metrik ton, red).
Menurut Sampara, warga Jalan Barukang, tiang penyangga tangki yang anjlok rawan menimbulkan ledakan kalau tangki raksasa terguling atau bocor. Itu dinilai sebagai risiko yang membahayakan warga yang tinggal di sekitar depo Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait aksi warga, Hermansyah Nasroen, Area Manager Communication and Relation Pertamina Marketing Operation Region VII Sulawesi, kepada detikcom menyebutkan kerusakan penyangga sudah ditangani sesuai prinsip keselamatan kerja Pertamina. Kejadian ini juga telah diinvestigasi Subdit Keselamatan Hilir Migas Kementerian ESDM. Adapun penyebab kerusakan penyangga belum diketahui.
"Ada enam penyangga pada tangki tersebut, salah satunya mengalami kerusakan, tapi sudah dapat dikendalikan. Adapun anggapan overkapasitas itu tidak mungkin terjadi karena tangki sudah didesain dengan kapasitas 250 MT, tidak mungkin lebih," tutur Hermansyah.
Hermansyah memastikan tidak akan terjadi ledakan akibat kerusakan penyangga tangki, seperti yang dikhawatirkan warga Ujung Tanah.
Meski terjadi insiden kerusakan penyangga tangki, proses pengisian tabung LPG tetap berjalan normal seperti biasa. Penyaluran LPG di Sulsel sekitar 825 MT per hari tidak mengalami gangguan akibat insiden tersebut. (mna/fay)











































