DetikNews
Kamis 24 Agustus 2017, 13:18 WIB

Blak-blakan Pangkostrad

Pangkostrad Yakin Diizinkan Panglima TNI Maju Pilgub Sumut

Elza Astari Retaduari - detikNews
Pangkostrad Yakin Diizinkan Panglima TNI Maju Pilgub Sumut Foto: detiksport/amalia
Jakarta -

Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi mengaku sempat 'dilarang' oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengungkapkan niatnya maju di Pilgub Sumatera Utara 2018. Namun menurut Edy, Jenderal Gatot saat ini sudah memberi sinyal-sinyal positif akan memberikan izin.

Izin dari atasan harus didapat Edy bila ingin megundurkan diri dari institusi TNI. Bagi militer yang ingin ikut dalam pilkada, memang diwajibkan untuk mundur dari dinas kemiliterannya. Edy mengaku sudah izin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI secara lisan.

"Sebelum ke presiden pastinya ke panglima TNI. Secara hirarki, saya berbicara meminta izin ke KSAD (Jenderal Mulyono), habis itu ke panglima TNI, terus ke presiden," ujar Edy dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom di Makostrad, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Pembicaraan soal rencana dia nyagub di Pilkada Sumut, sudah dilontarkan Edy kepada Panglima TNI sejak jauh hari. Awalnya Gatot belum memberikan respon baik, dia mengisyaratkan tidak memperbolehkan Edy maju di Pilgub Sumut karena hal tersebut akan membuat TNI kehilangan satu jenderal bintang tiga nya.

"Oh nggak boleh (awalnya). Tapi sekarang udah senyum-senyum, sudah ada sinyal," kata Edy sambil tersenyum.

Tanggapan Jenderal Gatot dikatakan Edy hampir sama dengan Presiden Jokowi. Jenderal bintang empat itu memberi imbauan agar Edy memikirkan niatnya masak-masak untuk maju di Pilgub Sumut.

"Ya begitu juga, 'pikirkan kalau kamu pandang itu bagus, coba pikirkan lagi', nah itu kan sinyal," jelasnya.

Diceritakan Edy, keengganan awal Panglima TNI mengizinkannya maju nyagub karena sudah ada posisi-posisi tertentu usai jabatan di Pangkostrad. Edy sendiri baru akan pensiun dari TNI pada 2019 nanti. Peluang Edy mendapatkan pangkat satu bintang lagi masih terbuka lebar.

Untuk bisa menjadi bintang empat, hanya tinggal satu langkah lagi bagi Edy. Dia masih bisa menjadi KSAD atau Panglima TNI. Namun Edy memilih tidak mengambil kesempatan tersebut demi mengejar kursi gubernur.

"Kalau nanti saya bicara nanti dibilang geer. Ya (ada posisi tertentu yang disiapkan). Tapi kan tadi saya berhak milih," terang Edy.

Apakah ini berarti Edy ikhlas tak mendapat bintang empat?

"InsyaAllah iklas," jawabnya mantap.

Edy juga yakin akan mendapat izin dari Panglima TNI saat mengajukan pengunduran dirinya. Dia berencana mundur dari TNI pada awal 2018 saat pendaftaran oleh KPU. Langkahnya ini sama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengajukan pensiun dini saat hendak maju di Pilgub DKI lalu. Edy tak takut akan gagal padahal sudah rela keluar dari dinas kemiliterannya.

"Pada akhirnya kita akan pensiun juga. Saya tak takut dengan itu. karena niat saya adalah mengiyakan kemauan beberapa rakyat yang menginginkan saya kembali, pulang ke daerah. Saya berpikir logis, saya sudah 32 tahun bekerja di luar. Sisa waktu saya ini ya saya kerja lah di daerah saya," tutup Edy.


(elz/van)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed