Mereka ditemui oleh Sekretaris F-PKS DPRD DKI yang juga anggota Komisi A DPRD DKI Achmad Yani sekitar pukul 11.30 WIB. Ada 8 orang dari warga Lauser dan 2 orang warga Manggarai dan seorang dari PBHI.
Menurut anggota PBHI Jakarta Nasrul Dongoran, kedatangan mereka untuk mengucapkan rasa terima kasih pada F-PKS DPRD DKI yang sudah pernah memberikan pembelaan pada warga di kedua wilayah. Mereka merasa tidak pantas bila tidak berterima kasih pada F-PKS DPRD DKI karena sudah membela.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara warga Lauser, Edi Lusianto mengatakan bila warga berterimakasih pada Achmad Yani yang mewakili F-PKS DPRD DKI yang pernah memberikan pendampingan dan pembelaan. Karena itu, dia mewakili warga mau berterima kasih pada F-PKS DPRD DKI.
"Dari awal kita semenjak sengketa dengan PAM, kita didampingi DPRD lewat PKS. Kita sudah lewat pengadilan dan ditangani PBHI. Tujuan kami kemari untuk memberikan kenangan dan mengingat kembali bahwa kami pernah didampingi oleh Bapak dan masih bertahan di situ," ujar Edi kepada Achmad Yani.
Tak hanya itu, dia juga mengundang Achmad Yani untuk datang ke kawasan Lauser karena di lokasi tersebut ada Tugu Pancasila. Warga juga ingin mengundang Gubernur-Wagub DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk meresmikan.
"Ke depan, kami juga ingin undang Bapak untuk hadir, di Lauser ada tugu pancasila. Kita mau undang Anies-Sandi untuk meresmikan," ucapnya.
Sementara warga Manggarai juga ingin berterimakasih pada F-PKS DPRD DKI lewat Achmad Yani. Kepada Achmad Yani mereka juga mengutarakan niat mereka datang ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk membuat sertifikat atas tanah mereka.
"Terima kasih Pak sudah berjuang mempertahankan tanah kita. Rencananya kita mau ke BPN juga untuk membuat sertifikat," ucap salah satu warga Manggarai.
Achmad Yani sendiri mengucapkan terima kasih atas kedatangan mereka. Dia pun kembali bernostalgia soal pembelaan yang dilakukan oleh F-PKS DPRD DKI pada warga kedua wilayah. Apalagi dulu, Ahok gencar melakukan penggusuran pada warga.
"Jadi saya mau buka lagi, dulu sudah kita lakukan pembelaan. Memangkan dari kami sudah berupaya gimana, dulu kan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI terdahulu) gencar penggusuran. Kami coba tahan. Tapi terus terang, warga itu alas kepemilikan nggak kuat. Saya sih kalau warga minta dibela ya kita bela," ucapnya.
Dia pun agak menyayangkan langkah PBHI dan warga Lauser yang mengajukan gugatan ke pengadilan. Sebab, bila mereka tidak kuat alas kepemilikannya, maka mereka akan tergusur dengan sendirinya.
"Sampai ke pengadilan, saya sih berpandangan, kan sudah ada SP1 tidak sampai SP2. Kalau alas kepemilikan nggak kuat diam saja, nggak usah bawa ke pengadilan. Kalau kalah kan mesti kabur. Kecuali udah peringatan terakhir berarti harus ke pengadilan," ucapnya.
Foto: Warga Lauser dan Manggarai Berikan Bunga 'Penyemangat' ke DPRD DKI (Bisma-detikcom) |
Terkait penggusuran, dia ingin bila nantinya Anies-Sandiaga menjadi kepala daerah di Jakarta tidak ada lagi penggusuran. Bila pun ada penggusuran harus manusiaswi.
"kalau digusur yang manusiawi. Dipindahin apa bikin kampung deret atau apa gitu supaya tetap eksis. Di rusun bukan berarti selesai uruusan," tutupnya.
Rencananya setelah ke DPRD DKI, warga dan PBHI Jakarta akan mengunjungi KPAI, Komnas HAM dan Kantor Tim Sinkronisasi Anies-Sandiaga.
(bis/rvk)












































Foto: Warga Lauser dan Manggarai Berikan Bunga 'Penyemangat' ke DPRD DKI (Bisma-detikcom)