DetikNews
Kamis 24 Agustus 2017, 00:16 WIB

Soal Pansus Hak Angket KPK, Marzuki Alie: Asal Tak Bela Koruptor

Ray Jordan - detikNews
Soal Pansus Hak Angket KPK, Marzuki Alie: Asal Tak Bela Koruptor Eks Ketua DPR Marzuki Alie (Foto: Agung Pambudhy)
FOKUS BERITA: DPR vs KPK
Jakarta - Eks Ketua DPR Marzuki Alie menanggapi soal pembentukan pansus hak angket KPK. Menurut Marzuki, DPR memiliki kewenangan untuk membentuk pansus hak angket, akan tetapi jangan sampai kinerja pansus justru membela koruptor.

"Dia punya kewenangan dan prosesnya sudah dijalani, bahkan suara artinya keputusan di paripurna yang dibentuk sah. Nah, Bahwa pansus itu yang penting tidak diarahkan untuk membela koruptor, tidak diarahkan untuk memperlemah KPK, yang penting bagaimana pansus ini adalah untuk membuka wajah KPK sehingga yang borok-borok ini diperbaiki," kata Marzuki, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Isu yang dibawa pansus terhadap KPK salah satunya merupakan abuse of power. Marzuki menilai, tujuan pansus saat ini mencari kebenaran ada tidaknya pelanggaran prosedur yang dilakukan KPK. Caranya, dengan meminta keterangan orang yang pernah mengalami pemeriksaan di KPK.


"Semuanya data yang saya dapatkan itu A1, orang-orang yang pernah mengalami. Nah, ini biar dibuka, supaya apa? KPK ini betul-betul bersih dari kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan. Kita harapkan KPK ini betul-betul menegakkan aturan, betul-betul menjadi harapan kita sebagai lembaga terdepan dalam memberantas korupsi," ujarnya.

"Jangan ada kompromi di sana, jangan ada main-main di sana, jangan ada politisasi di sana. Kita dukung kok KPK, ya. Yang penting ikut aturan main," lanjut Marzuki.

Hingga saat ini, pansus hak angket KPK telah memiliki 11 temuan sementara. Menurut Marzuki, hasil temuan pansus sementara ini untuk memperbaiki KPK karena jangan sampai melakukan pelanggaran HAM.


"Saya lihat arahnya ingin memperbaiki. Ada hal-hal yang kira-kira tidak pantas, tidak patut dilakukan, ada juga misalnya ya tadi melanggar HAM lah kalau saya bilang, menyebut orang tanpa cerita apa-apa, tanpa dipikirkan nasib orang. Opini publik terhadap orang dipikirkan dulu lah. Bagaimana kalau itu terjadi ke diri kita, kan harus begitu kan. Yang hal seperti itu tentu ya kita minta ya lakukan lah perbaikan supaya negara ini semakin baiklah," tutur dia.

Marzuki menilai setiap fraksi dalam pansus hak angket memiiki pandangan yang berbeda-beda ada yang baik serta ada yang tidak. Maka dia meminta publik menunggu hasil akhir apakah pansus angket tersebut melemahkan atau tidak melemahkan KPK. Ia menegaskan KPK masih diperlukan untuk memberantas korupsi.

"Kita lihat saja bagaimana nanti hasilnya, apakah hasilnya nanti betul-betul dalam rangka menegakkan KPK ini menjadi lembaga yang betul-betul bersih, lembaga yang betul-betul menjadi harapan kita dalam rangka pemberantasan korupsi. Itu yang kita harapkan," ucap Marzuki.

"Kita penting KPK, kita perlu KPK, tapi KPK yang betul-betul yang menjadi harapan dan tumpuan kita semua. Lembaga penegak hukum yang memang dapat dipercaya," imbuhnya.
(yld/ear)
FOKUS BERITA: DPR vs KPK
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed