DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 22:00 WIB

Beringin Digoyang Badai

DPP Golkar: Kami Pernah Keluar dari Lubang Jarum

Erwin Dariyanto - detikNews
DPP Golkar: Kami Pernah Keluar dari Lubang Jarum Foto: Ilustrasi: Ivon
Jakarta - Bagi Ketua DPP Partai Golongan Karya Yahya Zaini, ditetapkannya Ketum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP bukan tantangan pertama partainya. Sejak awal reformasi hingga sekarang, partai berlambang pohon beringin itu telah berulang kali mendapatkan rintangan.

Menurut Yahya, Golkar selalu bisa keluar dari tantangan tersebut berkat solidnya kader baik di akar rumput mau pun tingkat atas. "Golkar bukan kali ini saja menghadapi ujian dan tantangan. Kami pernah keluar dari lubang jarum di awal era reformasi," kata dia saat berbincang dengan detikcom, Selasa (22/8/2017).

Di masa bakti kepengurusan 1999-2004, kata Yahya, Golkar juga menghadapi tantangan seperti saat ini. Ketika itu Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung ditetapkan sebagai tersangka dan sempat ditahan oleh Kejaksaan Agung.

"Alhamdulillah karena kami solid dan bersatu padu, Golkar dapat meraih kemenangan pada Pileg 2004. Kuncinya ada di soliditas partai," papar Yahya.

Dari catatan Detik, kala itu Akbar sempat ditahan oleh Kejaksaan Agung dan divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dia dipersalahkan melakukan korupsi dana nonbujeter Bulog. Kala itu, Akbar pun tak melepas jabatannya sebagai ketua umum Partai Golkar maupun Ketua DPR-RI. Di tingkat Kasasi Mahkamah Agung, Akbar dinyatakan tak bersalah.

Yahya tak merasa perlu khawatir dengan manuver Gerakan Muda Partai Golkar yang dimotori Ahmad Doli Kurnia. Meski GMPG mendesak agar Novanto mundur dari jabatan ketum Golkar dan dilakukan Munaslub, Yahya yakin manuver itu tak akan berdampak bagi partai.

Menurut dia kekuatan Golkar tidak ditentukan oleh figur, tetapi dengan sistem dan basisnya merata.

Bagaimana jika terjadi kemungkinan terburuk, yakni Novanto ditahan oleh KPK?

"Kita tidak bisa berandai-andai. Golkar punya sistem organisasi yang mapan, selalu bisa keluar dari berbagai tantangan," jawab Yahya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengakui bahwa Golkar tak bergantung pada seorang figur. Selama ini Golkar mengandalkan mesin politik yang kuat di akar rumput.

Namun, kata Pangi, kalau Golkar dalam waktu dekat punya ketua umum yang baru, berintegritas dan tak tersandera, partai beringin akan bisa berlari lebih kencang.

"Kalau Golkar dalam waktu dekat punya ketua umum yang segar, yang berintegritas dan tak tersandera, bisa dipastikan figur tokoh sentral yang kuat dipadukan dengan mesin partai yang bagus, maka perahu partai Golkar bisa berlari lebih kencang," kata Pangi.

Menurut dia setiap partai yang punya figur atau efek cukup kuat akan berpengaruh menaikkan bobot elektoral elektabilitas partai tersebut (cotaiil-effect). "Efek dongkrak figur ketua umum mendongkrak elektibilitas partai," tutur Pangi.


(erd/nvl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed