"Kalau artis itu kan semua kembali lagi dari hasil penyidikan ya, hasil penyidikan dan pendalaman. Apa mereka itu tahu atau mereka ikut serta membantu, semua hasilnya penyidikan, tapi sementara ini yang kita dapatkan ya mereka tadi dimanfaatkan nama besarnya, dimanfaatkan untuk menarik minat masyarakat dengan promo murah itu," kata Kabag Mitra Humas Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2017).
Awi menerangkan artis-artis tersebut akan dipanggil jika penyidik membutuhkan keterangannya. Polisi pun, kata Awi, saat ini sedang fokus mengurusi jemaah korban penipuan First Travel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, polisi tengah menelusuri aliran dana biro perjalanan umrah tersebut. Termasuk uang yang dikumpulkan First Travel dari jemaah dan dilarikan ke luar negeri.
"Ini yang akan kita lacak. Apa cukup dengan 7 properti yang dirilis, kan baru tujuh properti yang kita dapatkan. kemudian termasuk informasi-informasi yang dilarikan ke luar negeri, tentunya juga akan kita kejar," kata Awi.
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ari Dono Sukmanto sebelumnya mengatakan pihaknya perlu memeriksa artis yang mengiklankan First Travel di media sosial. Hal ini dilakukan untuk menggali siapa saja yang terlibat dalam kasus penipuan perjalanan umrah First Travel.
"Nah ini mereka bisa mengetahui dan tidak mengetahui. Tentu perlu diperiksa," kata Komjen Ari Dono di Bareskrim Mabes Polri, gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (18/8). (knv/dhn)