Eks Manajer DGI Arahkan 3 Kontraktor BUMN Jadi Pendamping 2 Proyek

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 23 Agu 2017 15:53 WIB
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - PT Duta Graha Indah (DGI) memberikan penawaran 2 proyek pemerintah yaitu Wisma Atlet dan Pengadaan Alat Kesehatan Universitas Udayana, Bali, ke 3 BUMN. BUMN itu ialah PT Wijaya Karya (WIKA), PT Nindya Karya dan PT Pembangunan Perumahan.

Hal itu terungkap dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017). Masing-masing saksi yang mewakili perusahaan tersebut yaitu eks Manajer Pemasaran PT WIKA Kusmulyana, eks Manajer Divisi Konstruksi PT Nindya Karya Bambang Kristianto, dan eks Dirut PT Pembangunan Perumahan Musyanif mengaku diarahkan eks Manajer Pemasaran PT DGI El-Idris.

"Pak El-Idris minta dukungan. Dia didukung pihak yang mempunyai kekuatan untuk keputusan tersebut," kata Kusmulyana.

Kusmulyana juga menyebut pihaknya sebenarnya tak berminat mengikuti proses lelang Wisma Atlet di Sumatera Selatan. Namun, Idris kemudian meminta PT WIKA untuk mengikuti proses lelang sebagai pendamping PT DGI.

"Berdasar analisis secara hitung-hitungan kami tidak mampu melaksanakan pekerjaan itu. Karena tidak mampu kami ada risiko di teknis dan manajemen akhirnya kami ikut dengan menawar tinggi karena dari risiko waktu," jelas Kusmulyana.

"Karena saat itu Wijaya Karya sudah masuk prakualifikasi. Kalau tidak ikut nama Wijaya Karya jadi kurang baik," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Bambang Kristanto. Bambang mengaku PT Nindya Karya mengikuti proses lelang Wisma Atlet pada September 2010 kemudian dinyatakan lolos tahap prakualifikasi.

"Kita dapat undangan lelang, ada peserta yang lulus prakualifikasi. Saya dipanggil GM Divisi Konstruksi, katanya Kita diminta dampingi PT DGI, di belakangnya ada orang kuat, Bapak Nazaruddin, kita hanya mengikuti," jelas Bambang.

Tak lama, Bambang mengaku ada telepon dari PT DGI yang meminta PT Nindya Karya membantu proyek Wisma Atlet. Saat itu, kata Bambang, Nindya Karya diminta menyiapkan dokumentasi teknik.

"Memberitahu kita menyiapkan dokumentasi teknik, harga disiapkan Duta Graha. Semua proses penjadwalan, penyiapan dokumen baik administrasi fisik maupun harga dilakukan DGI," jelasnya.

Sementara itu, PT PP diminta untuk mengelola proyek pengadaan alat kesehatan di Universitas Udayana, Bali. (ams/dhn)