"Dari H-10 kita pantau, jadi kita update terus pemeriksaan hewan. Kemarin baru 2.000-an tempat pemotongan yang kita periksa. Ini nanti pemeriksaan di seluruh DKI Jakarta. Kita mulai dari H-10 sampai H+3," kata Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (KPKP) Darjamuni di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/8/2017).
Pihak Pemprov akan mengajak kalangan akademisi membantu dalam pemeriksaan hewan. Dia mengatakan ada 807 tenaga yang diterjunkan untuk mencegah masyarakat mengkonsumsi hewan yang tidak layak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darjamuni belum menemukan penyakit yang berbahaya pada hewan kurban. Dia juga menyebut masih sering menemukan hewan kurban belum cukup umur yang diperjualbelikan.
"Saya kemarin menemukan sakit-sakit biasa. Sakit mata sama yang sudah banyak kemarin lebih dari 50 ekor tidak memenuhi persyaratan. Dalam arti kata belum cukup umur," tuturnya.
Mengenai harga hewan kurban, Darjamuni menyebut tidak bisa mengaturnya. Menurutnya, harga hewan kurban tertentu tidak bisa disamaratakan.
"Saya kira tidak bisa mengendalikan harganya. Karena harga sapi di kurban ini kadang-kadang prestige juga yang dia lihat. Seperti kemarin ada di Jakarta Timur, sapi terbesar di Jakarta. Sudah nggak masuk lagi kalau kita batasin," pungkasnya. (fdu/fdn)











































