DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 14:52 WIB

Polisi Bongkar Produksi Minuman Kemasan Palsu di Pamulang

Arief Ikhsanudin - detikNews
Polisi Bongkar Produksi Minuman Kemasan Palsu di Pamulang Polisi bongkar produksi minuman kemasan palsu di Pamulang (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
Jakarta - Polsek Cilandak membongkar produksi minuman kemasan palsu di daerah Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Hal tersebut diketahui setelah ada laporan dari konsumen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

"Awalnya ada informasi masyarakat yang kebetulan sebagai pemakai yang komplain terhadap penjual salah satu ruko Jalan Gandun, Cilandak atau Lebak bulus. Aqua warna keruh dan rasa tidak sehat, info tersebut di share ke kami dan kami lakukan penyelidikan," ucap Kapolsek Cilandak, Kompol Sujanto, kepada wartawan di Mapolsek Cilandak, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (23/8/2017).

Setelah mengunjungi ruko yang dimaksud, tim Polsek Cilandak melakukan penelusuran dan diketahui pabrik pembuatan. Di sana, diamankan empat orang sebagai pelaku pemalsuan tersebut.

"Diamankan S sebagai pemilik. DP, TT, PWT pada 21 Agustus 2017. Setiap hari mereka memproduksi sebanyak 300 galon dijual seharga Rp 13.000. Satu galon, S mendapat keuntungan sebanyak Rp 9.000," ucap Sujanto.

Mereka memasarkan ke kawasan Lebak Bulus. Ada sekitar tujuh ruko tempat pelaku mengedarkan dagangannya.

"Mereka memasarkan dagangan sudah satu tahun lebih. Namun, pihak ruko tidak ditahan. Mereka tidak tahu barang yang diberikan kepada mereka palsu," ucap Sujanto.

"Kalau secara kasat mata, mirip dengan aslinya. Yang membedakan cuma rasa," ucap Sujanto.

Pelaku mengambil air sumur untuk kemudian difilter di alat penyaring ultaviolet. "Polisi menyita beberapa barang bukti dari lokasi pembuatan. Barang seperti alat penyaring air, 40 galon Aqua, 4 karung isi tutup label Aqua," ujar Sujanto.

Polisi masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Satu orang berinisial G masih menjadi buronan.

"G berperan sebagai penjual label dan galon kepada pelaku. Para pelaku dikenakan Pasal 62 Jo Pasal 8, UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen. Dengan ancaman perkara lima tahun atau denda sebanyak Rp 2 miliar, ucap Sujanto.
(aik/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed