DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 13:53 WIB

Datangi TK Mexindo, KPAI Kumpulkan Bukti Dugaan Kekerasan Seksual

Farhan - detikNews
Datangi TK Mexindo, KPAI Kumpulkan Bukti Dugaan Kekerasan Seksual TK Mexindo Bogor (Farhan/detikcom)
Jakarta - KPAI dan LPSK mendatangi TK Mexindo Bogor terkait dugaan kekerasan seksual yang menimpa salah satu siswi. KPAI mengumpulkan bukti dan meminta penjelasan dari pihak sekolah.

"Kedatangan kita itu kan untuk mencari informasi juga mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, kami tidak bisa menerima langsung informasi dari pemberitaan. Harus mengumpulkan informasi yang berimbang," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti di TK Mexindo, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/8/2017).



Retno menyebut pihak TK Mexindo sudah melakukan tindakan soal dugaan kekerasan seksual terhadap anak tersebut. TK Mexindo juga dianggap kooperatif.

"Sekolah sebenarnya sekolah sudah melakukan tindakan atau prosedur. Sesungguhnya sekolah sudah berupaya melakukan perlindungan terhadap anak. Kami kira ini pihak sekolah cukup kooperatif, termasuk ketika diperlukan keterangannya kepada polisi," ungkapnya.

KPAI dan LPSK di TK Mexindo / KPAI dan LPSK di TK Mexindo. (Farhan/detikcom)


Retno mengatakan KPAI sebenarnya belum mendapat laporan langsung dari pihak korban terkait dengan kasus ini. Namun KPAI bergerak atas inisiatif sendiri sebagai bentuk pengawasan.

"KPAI itu sebenarnya tidak pernah menerima laporan dari korban atau ibu korban. Ibu korban itu mendatangi Komnas PA. Tetapi kami KPAI, apa pun itu, kalau terkait dengan anak, tentu kami akan bertindak, pasti kita akan melakukan pengawasan dan memastikan perlindungan anak itu ditegakkan," ucap Retno.

Selain menemui pihak sekolah, KPAI dan LPSK akan menemui pihak keluarga korban dan kepolisian untuk melakukan koordinasi. KPAI dan LPSK ingin mengetahui sejauh mana perkembangan hasil penyelidikan kepolisian.

"Kita juga akan ke kepolisian untuk mengetahui ini seperti apa. Karena berita ini booming dan berkembang sehingga timbul opini-opini yang juga terus berkembang. Sehingga kami juga sesama lembaga negara tentu saling berkoordinasi dan kami tidak bisa menyimpulkan sesuatu dengan jelas, karena itulah kami hadir di sini," ujarnya.

Tenaga Ahli LPSK, Susilaningtyas, menyebut pihaknya bersama KPAI akan menemui keluarga korban untuk meminta izin untuk mendampingi korban.

"Kita bisa bantu, seperti misalnya, mereka butuh bantuan medis dan penyakitnya seperti apa, kemudian layanan psikologis, karena kami khawatir dengan pemberitaan seperti kemarin itu ya. Artinya kalau traumanya sudah bisa dipulihkan disembuhkan, mungkin bisa membantu proses penyidikan. Untuk mengungkap pelakunya, sehingga kasus ini tidak berlarut-larut seperti ini," kata Susilaningtyas.
(imk/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed