DetikNews
Rabu 23 Agustus 2017, 13:42 WIB

Pasutri Pelaku Hipnotis Lintas Kota Ditangkap Polda Sulsel

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Pasutri Pelaku Hipnotis Lintas Kota Ditangkap Polda Sulsel Rilis kasus pasutri pelaku penipuan dengan cara hipnotis di Polda Sulsel. (M Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Anggota Resmob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membekuk pasangan suami-istri, Ladarise (40) dan Sri (45). Keduanya ialah pelaku penipuan dengan cara hipnotis di beberapa kota di Indonesia.

"Mereka ini lintas provinsi, mereka menipu korbannya dengan cara menghipnotis. Ladarise sudah beraksi di 14 TKP sejak Januari 2017 lalu, seperti di Kota Tarakan, Samarinda, Bontang, Makassar, Mamuju, Polewali, dan Bone," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani di Polda Sulsel, Rabu (23/8/2017).

Kedua pelaku berasal dari Tanrutedong, Kabupaten Sidrap, Sulsel. Mereka menghipnotis korban dengan menggunakan tipuan emas imitasi yang dijual murah kepada korban.

Dicky mengatakan keduanya diamankan di tempat berbeda pada Selasa (22/8) kemarin. Ladarise diamankan di sebuah rumah di kompleks Perumnas Sudiang, Kecamatan Biringkanayya, Makassar, pada pukul 21.00 Wita. Sedangkan Sri diamankan dua jam berikutnya di BTN Hamsi, Tamalanrea.

Dia menambahkan, pada Januari 2017, tersangka mengambil uang korban sebesar Rp 21 juta di Tarakan, Kalimantan Utara. Lalu, pada April, tersangka mengambil uang Rp 40 juta dari korban di Samarinda, Kalimantan Timur.

Sebulan kemudian, di Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur, tersangka kembali mengambil uang Rp 10 juta. Selanjutnya, pada Juni lalu, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tersangka mengambil uang Rp 20 juta dan di Kabupaten Sinjai kembali mengambil uang Rp 7 juta.

Pasutri pelaku penipuan dengan cara hipnotis di beberapa kota di IndonesiaPasutri pelaku penipuan dengan cara hipnotis di beberapa kota di Indonesia. (M Nur Abdurrahman/detikcom)

Pada Juli, tersangka mengambil uang Rp 15 juta dan cincin seberat 3 gram di Kabupaten Jeneponto. Setelah itu, di Kabupaten Bantaeng, tersangka mengambil uang Rp 3 juta dan kalung emas seberat 5 gram.

Di Kabupaten Bulukumba, pelaku mengambil uang Rp 4 juta. Lalu di Mamuju, Sulsel, tersangka mendapatkan uang sebesar Rp 12 juta. Lantas, di Polewali Mandar, Sulbar, tersangka mengambil uang Rp 8 juta dan satu unit ponsel bermerek Samsung.

"Jumlah penipuan yang diraup paling banyak pada korban bernama Murtini dan Rosmini. Pelaku mengambil uang korbannya sebesar Rp 73,9 juta dan dua buah cincin emas," pungkas Dicky.

Saat ini, kedua tersangka ditahan di Mapolda Sulsel berserta barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 1,2 juta, 16 kartu ATM berbagai jenis, 3 buku rekening, 3 buah STNK, 1 kalung emas, 3 cincin emas, 22 cincin emas imitasi, 4 gelang emas imitasi, 1 kalung emas imitasi, 4 bros emas imitasi, 2 jam tangan, kartu nama palsu berbagai nama, 1 buah dompet, ponsel, dan 1 unit mobil Toyota Avanza. Pelaku dikenai Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman kurungan paling lama 4 tahun penjara.
(mna/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed