DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 22:27 WIB

Tito: Ekspedisi Carstensz karena Prihatin Polwan Seolah Second Class

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Tito: Ekspedisi Carstensz karena Prihatin Polwan Seolah Second Class Pendakian Tim Polwan Polri menuju Puncak Jaya di Pegunungan Jayawijaya. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ide pendakian ke Puncak Carstensz, Papua, bermula dari keprihatinan istrinya, Tri Suswati, terhadap Polwan yang seolah-seolah menjadi second class citizen. Polwan dididik menjadi seorang polisi profesional, namun kenyataan yang ada di lapangan berbeda.

"Jadi ide ini bermula dari Ibu Asuh Polwan yang prihatin sekali melihat kondisi adik-adik Polwan. Prihatin karena seperti second class citizen. Mereka dididik untuk jadi seorang polisi yang profesional. Nyatanya, banyak yang ditugaskan tukang antar air minum untuk para pejabat. Istri prihatin. Saya juga prihatin," kata Tito di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (22/8/2017).

Tito dan istri mengaku prihatin karena beberapa Polwan muncul di media sosial hanya untuk selfie-selfie. Bagi Tito, hal itu tidak jadi masalah. Namun perilaku Polwan tersebut bisa menjadi bahan bullying komunitas lain.

"Kedua, prihatin melihat adik-adik Polwan banyak muncul di Facebook, muncul di Instagram yang ditampilkan gambar-gambar pada saat menunjukkan kecantikan, sambul miring, selfie sana selfie sini," terangnya.

Karena itu, Tito dan istri berdiskusi untuk mencari momentum dalam membangkitkan kemampuan Polwan. Dia lalu membandingkan polisi wanita di negara lain yang mempunyai hak yang sama dengan polisi laki-laki dalam hal karier dan jabatan.

"Oleh karena itu, saya dan istri berembuk. Apa yang bisa dibangkitkan bahwa Polwan Indonesia mempunyai kemampuan. Karena pengalaman saya mungkin dan istri yang cukup lama di beberapa negara tinggal. Pernah di Inggris waktu baru kawin hampir satu setengah tahun. Melihat polwan di sana, sama dengan laki-laki," tuturnya.

Ide ini dilaksanakan karena Tito ingin menunjukkan Polwan mempunyai fisik yang tidak kalah dengan laki-laki. Pilihan mendaki di Puncak Carstensz karena termasuk pegunungan tertinggi di dunia.

"Ini ingin menunjukkan bahwa secara fisik tidak kalah dengan laki-laki. Ide yang keluar kenapa tidak coba naik seven summits mumpung salah satunya ada di Indonesia, milik Indonesia dan satu-satunya gunung di daerah tropis yang memiliki salju," imbuhnya.

Tito lantas menceritakan pengalamannya selama menjadi Kapolda Papua. Meski relatif lebih banyak konflik, bagi sebagian orang, Papua menjadi surga dunia.

"Kemudian selama kami jadi kapolda di Papua, kami sangat menikmati karena, memang betul banyak konflik, betul banyak permasalahan, penembakan, dan lain-lain, betul ada gerakan-gerakan kemerdekaan, tetapi ada pepatah bahasa Inggris every cloud has silver lining," tuturnya.

Saat menjadi Kapolda Papua, Tito mencoba menciptakan kenyamanan di tengah keharusannya memecahkan setiap konflik yang ada. Papua mempunyai alam yang indah dan menjadi destinasi utama bagi komunitas pencinta alam.

"Paham bahwa problem sangat banyak di sana, tapi bagi yang suka outdoor, itu adalah surga. Dan bagaimana membuat tantangan yang ada. Membuat lemon menjadi lemonate, suatu yang manis dan menyenangkan. Di situ kita melihat ada surga, mau diving, beberapa menit dari kediaman kapolda sudah bisa diving. Ke Raja Ampat bisa, Raja Ampat salah satu spot tujuan dunia," ucapnya.
(knv/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed