DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 21:48 WIB

Ini Data Terbaru Populasi Orangutan di Pulau Sumatera dan Borneo

Mega Putra Ratya - detikNews
Ini Data Terbaru Populasi Orangutan di Pulau Sumatera dan Borneo Foto: Dok. BKSDA Aceh
Jakarta - Orangutan di Pulau Sumatera dan Borneo saat ini diperkirakan berjumlah 71.820. Berdasarkan hasil Population and Habitat Viability Assessment (PHVA) orangutan 2016, jumlah itu ada di habitat seluas 17.460.000 hektare.

Populasi tersebut tersebar ke dalam 52 meta populasi (kelompok terpisah/kantong populasi). Sementara itu, 38 persen di antaranya diprediksi akan lestari (viable) dalam 100-150 tahun ke depan.

Dibandingkan dengan kajian PHVA 2004, populasi dan distribusi orangutan Sumatera (Pongo abelii) semakin berkembang. Prediksi semula tercatat 6.667 individu, yang tersebar di habitat seluas 703.100 hektare, dengan batasan ketinggian di bawah 800 mdpl, saat ini populasinya diperkirakan 14.470 individu di habitat seluas 2.155.692 hektare.

Orangutan Sumatera juga dapat ditemukan di habitat dengan ketinggian 1.500 mdpl serta tersebar di 10 meta populasi, dan hanya dua populasi yang diprediksi akan lestari selama 100-500 tahun ke depan. Habitat tersebut adalah lokasi pelepasliaran di Jantho Aceh Tenggara dan Bukit Tigapuluh di Jambi.

Data terbaru populasi dan habitat orangutan ini berdasarkan analisis kelangsungan hidup populasi dan habitat PHVA. Analisis ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

KLHK bekerja sama dengan Forum Orangutan Indonesia (Forina) serta Forum Orangutan Regional dan para aktivis konservasi orangutan.

Melihat kondisi populasi dan habitat orangutan yang terancam kelestariannya, Direktur Jenderal KSDAE Wiratno menegaskan KLHK adalah bagian dari penyelesaian masalah orangutan.

"Kalau memang ada orangutan di wilayah sawit atau hak pengusahaan hutan (HPH), kita akan komunikasikan dan carikan solusinya. Jika berada di hutan kemasyarakatan/hutan desa, akan kita komunikasikan dengan Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan," tegas Wiratno dalam keterangan tertulis, Selasa (22/8/2017).

Wiratno juga menerangkan KLHK terus berkomitmen dalam upaya penyelamatan dan pelestarian orangutan, seperti pemeliharaan koridor satwa orangutan, melakukan evakuasi dan translokasi dari area perkebunan, penegakan hukum bagi para pemburu orangutan, serta bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi Orangutan untuk melakukan rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan.

Sementara itu, sebanyak 57.350 individu orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) diperkirakan hidup di habitat seluas 16.013.600 hektare, yang tersebar di 42 kantong populasi. Dalam waktu 100-500 tahun ke depan, terdapat 18 populasi yang diprediksi akan lestari.

Kondisi ini memperbarui fakta 10 tahun lalu, yang menyebutkan prediksi populasi sebesar 54.817 individu di habitat seluas 8.195.000 hektare. Jika membandingkan kepadatan populasi, terjadi kecenderungan penurunan dari 0.45-0.76 individu per kilometer persegi menjadi 0.13-0.47 individu/km2.

Pada kesempatan ini, Ketua Forina, Herry Djoko Soesilo, juga menyampaikan, selain pengumpulan data dan informasi, PHVA sebagai pemutakhiran data kajian, dan untuk mengidentifikasi ancaman, meninjau upaya konservasi serta membangun upaya konservasi ke depan.
(ega/nwy)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed