"Kita ingin mengajukan kader. Kita punya kader yang punya ketokohan di daerah situ. Di Jateng kita ada Pak Taufik Kurniawan," ungkap Sekjen PAN Eddy Soeparno saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (22/8/2017).
Saat ini, baru nama Taufik dari tokoh internal yang ditawarkan untuk Pilgub Jateng. Eddy belum bisa memastikan apakah pimpinan DPR itu diajukan sebagai bakal cagub atau bakal wagub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tergantung hasil survei. Kita lihat dulu. Di Jateng dari PAN kelihatannya yang punya ketokohan memang beliau. Pak Taufik kan Wakil Ketua DPR juga," tuturnya.
Bila PAN ingin mengusung Taufik sebagai cagub, partai pimpinan Zulkifli Hasan itu masih membutuhkan 12 kursi lagi di DPRD. Sebab, di Jateng, PAN hanya memiliki 8 kursi, padahal syarat minimal untuk partai bisa mengusung calon adalah 20 kursi.
Sejumlah nama sudah masuk di bursa bakal cagub Jateng. Mulai tokoh nasional hingga daerah. Sebut saja Kepala BNN Komjen Budi Waseso, mantan Menteri ESDM Sudirman Said, mantan Menteri Desa Marwan Jafar, Waketum Gerindra Ferry Juliantono, Bupati Kudus Musthofa, hingga petahana Ganjar Pranowo.
Sementara itu, anggaran untuk pelaksanaan pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018 mencapai Rp 992 miliar. Sebagian besar disalurkan untuk pembiayaan tempat pemungutan suara.
"Sebesar 70 persen pembiayaan di tempat pemungutan suara, 20 persen ke PPS," terang Ketua Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Jateng Diana Ariyanti, Selasa (22/8). (elz/tor)











































