Mereka yang 'Menyerah' di Tengah Macetnya Kuningan

Mereka yang 'Menyerah' di Tengah Macetnya Kuningan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 22 Agu 2017 18:46 WIB
Mereka yang Menyerah di Tengah Macetnya Kuningan
Kemacetan di Kuningan (Elza Astari/detikcom)
Jakarta - Kemacetan di Ibu Kota tak ada habisnya. Perempatan Kuningan menjadi salah satu momok bagi pengendara karena penyempitan jalan akibat proyek pembangunan underpass menyebabkan kemacetan cukup parah.

Tak terkecuali sore ini, Selasa (22/8/2027), antrean mobil memanjang terjadi di Jalan HR Rasuna Said arah Mampang. Hampir dua jam berlalu, kendaraan roda empat hanya bisa melaju sekitar 1 kilometer.

Mereka yang 'Menyerah' di Tengah Macetnya KuninganKemacetan di Kuningan (Elza Astari/detikcom)

Bukan hanya mobil pribadi yang harus terkena imbasnya. Bus-bus TransJ pun berderetan ikut terkena macet meski berada di jalur khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan ambulans tak bisa melaju cepat. Mobil yang membawa pasien itu juga ikut terkena macet dan tak bisa mendapat prioritas karena lalu lintas sudah telanjur stuck. Baik di jalur lambat maupun cepat, tak ada yang bebas macet.

Sekitar 30 menit berlalu, ambulans akhirnya pindah lajur. Mobil ini berusaha menembus lajur tengah meski sulit. Sirene tak berhenti meraung-raung. Mobil-mobil berusaha memberi jalan sebisa mungkin.

Mereka yang 'Menyerah' di Tengah Macetnya KuninganAmbulans terjebak macet di Kuningan. (Elza Astari/detikcom)

"Mobil biru harap agak minggir," terdengar peringatan melalui pengeras suara dari ambulans.

Kondisi kemacetan parah ini pun menyebabkan penumpang kehilangan rasa sabar. Tampak sejumlah orang yang menumpangi taksi konvensional dan taksi online turun, lalu berjalan kaki.

"Nyerah saya. Mending jalan kaki saja sampai depan, nanti sambung lagi," ujar salah seorang warga yang memilih turun dari mobil tumpangannya, Trisno.

Mereka yang 'Menyerah' di Tengah Macetnya KuninganKemacetan di Kuningan (Elza Astari/detikcom)

Bila penumpang taksi bisa turun dengan bebas, tidak demikian dengan mereka yang menaiki Bus TransJ. Mereka harus lebih bersabar karena pintu bus tak bisa dibuka jika tidak berada di halte.

Namun macet 'horor' sedikit-banyak menguntungkan para pedagang di jalan. Penjaja minuman dan makanan ringan hilir mudik bergantian melayani pengendara yang kelelahan karena menunggu macet.

"Iya, laris, nih," kata salah satu pedagang. (elz/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads