DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 17:05 WIB

Habibie Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Antara Imtak dan Iptek

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Habibie Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Antara Imtak dan Iptek Presiden Indonesia ke-3 BJ Habibie (Ardan Adhi Chandra/detikcom)
Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3 BJ Habibie mengingatkan soal pentingnya keseimbangan iman dan takwa (imtak) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kedua hal tersebut, menurutnya, saling berkaitan dan tak bisa dipisahkan.

"Saya katakan kalau Tuhan YME panggil saya dan saya disuruh pilih 100 persen imtak (iman) atau 100 persen iptek, yang saya pilih adalah 100 persen imtak. Tapi, kalau saya boleh pilih, saya mau dikasih dua-duanya agar seimbang," ujar Habibie di gedung MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Habibie bercerita, sepanjang hidupnya, ia memang tak mengenyam pendidikan berlatar belakang keagamaan dan tak pula tergabung dalam organisasi keagamaan. Namun ia menyebut sejak kecil telah dididik oleh orang tua untuk menjalankan nilai-nilai keagamaan yang baik dan benar.

"Saya tidak pernah masuk pesantren, tidak pernah masuk organisasi Islam, tapi saya sudah baca dan pahami Alquran sejak kecil. Saya sekolah di Belanda, masuk sekolah yang kebanyakan agamanya Kristen. Saya juga baca kitab suci agama lain, sama orang tua saya nggak dilarang. Kenapa? Karena orang tua saya tahu, 'Habibie ini sudah cukup ngerti agama', jadi nggak masalah," katanya.

Habibie berkeyakinan agama adalah bentuk iman seseorang yang letaknya di hati dan tak terbatas pada hal-hal yang tampak di mata saja. Untuk itu, menurutnya, mempelajari agama lain ataupun hidup berdampingan dengan orang-orang yang berbeda agama merupakan sebuah keindahan.

"Saya pernah punya teman ya, dia agamanya Kristen. Saat dia meninggal, dia dibawa ke gereja dan saya ikut ke sana. Saya pegang jenazahnya, saya masuk ke gereja dan saat semua orang berdoa, saya juga doa. Tapi doanya beda, saya berdoa 'bismillahirrahmanirrahim'," sebutnya.

"Dua jam saya baca Yasin, karena kebetulan saya hafal kan. Saya baca dengan hati yang tulus untuk sahabat saya, so what? What's the problem? Itulah pentingnya menghargai budaya dan masing-masing agama yang berbeda," imbuh Habibie.

Habibie menyebut imtak dan iptek, jika diterapkan secara seimbang, akan mampu membawa bangsa Indonesia lebih maju. Ia juga menyebut pelajaran berharga yang ia terima dari orang tuanya sejak kecil adalah 'jadilah mata air bagi kehidupan orang lain'.

"Berperilakulah seperti mata air yang memberikan kehidupan bagi banyak orang, itu yang dipesankan ayah saya waktu saya kecil. Oleh karena itu, saya juga ingin next generation ini akan lebih baik. Harus ada pembaharuan SDM, harus selalu lebih baik dari satu generasi ke generasi yang lain. Inilah pentingnya imtak dan iptek ini, untuk mengawal kita jadi negara yang besar," imbuhnya.

"Mempelajari budaya itu kita lakukan sejak di kandungan. Sikap perilaku kita itu dipengaruhi sama lingkungan. Jadi kita hidup menyenangkan di dalam masyarakat. Tapi apa gunanya perilaku baik tapi tidak terampil. Makanya harus ada pendidikan, makanya dua hal ini harus seimbang," tuturnya.
(hld/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed