DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 15:37 WIB

Suap 'Sapi-Kambing', Panitera PN Jaksel Diberhentikan Sementara

Faiq Hidayat - detikNews
Suap Sapi-Kambing, Panitera PN Jaksel Diberhentikan Sementara Tarmizi (dok.ma)
Jakarta - Ketua Muda MA bidang Pengawasan, Sunarto menyatakan telah memberhentikan sementara panitera pengganti PN Jakarta Selatan (PN Jaksel) Tarmizi yang menjadi tersangka kasus suap 'sapi kambing'.

"Kami telah mengambil langkah-langkah setelah ditetapkan OTT, MA langsung memberhentikan sementara yang bersangkutan setelah ditandatangani," kata Sunarto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Sunarto menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap aparatur peradilan yang tersangkut kasus termasuk perkara korupsi. Apalagi saat ini MA sudah melakukan kerjasama dengan KPK mengenai pengawasan, pembinaan dan perbaikan.

"MA tidak akan pernah memberikan toleransi segala pelanggaran apalagi menyangkut gratifikasi . MA akan selalu bekerjsama dengan KPK melakukan rekrutmen MA. Apa yang ditemukan KPK melakukan OTT, MA akan segera melakukan pengawasan internal," ujar Sunarto.

Selain itu, Sunarto mengaku senang jika banyak lembaga yang mengawasi MA. Apabila pihak MA menemukan penyimpangan terhadap aparatur peradilan, maka KPK akan menindaklanjutinya.

"Cuma bedanya MA tidak punya hak menyadap dan tidak punya alat menyadap. Namun bila ditemukan informasi oleh tim kami sangat rahasiakan dan mengarah tindak pidana kami teruskan ke KPK. Dan kami juga bekerjasama beberapa lembaga lain Ombudsman, kita akan tindaklanjuti dan semakin banyak yang mengawasi semakin bagus," ucap Sunarto.

Sementara itu, Jubir MA Suhadi mengaku prihatin terhadap perbuatan yang dilakukan panitera pengganti Tarmizi. Padahal MA sedang melakukan upaya pengawasa, pembinaan dan perbaikan terhadap aparatur peradilan.

"Bahwa MA sudah mendapatkan laporan dari pimpinan KPK terhadap OTT panitera PN Jaksel apa yang disampaikan ketua KPK benar. MA sangat prihatin di tengah-tengah usaha pengawasan, pembinaan dan perbaikan sebagaimana telah diterapkan namun masih ada penyimpangan-penyimpangan seperti itu. Oleh sebab itu, MA atas kerjasama dengan KPK ucapkan terima kasih kepada KPK ikut membersihkan penyimpangan di lembaga peradilan," kata Suhadi.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan panitera pengganti PN Jaksel Tarmizi dan pengacara Akhmad Zaini sebagai tersangka kasus suap terkait putusan perkara perdata. Total duit suap berkode sapi-kambing yang diterima panitera Rp 425 juta.
(fai/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed