DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 15:03 WIB

BJ Habibie Sebut 3 Hal Ini akan Perkuat Indonesia

Heldania Ultri Lubis - detikNews
BJ Habibie Sebut 3 Hal Ini akan Perkuat Indonesia BJ Habibie (dok detikcom)
Jakarta - Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI) BJ Habibie menyebut 3 hal yang, menurutnya, mampu memperkuat bangsa Indonesia. Habibie mengatakan hal pertama yang penting adalah bahasa.

"Pertama, bahasa. Bahasa ini penting karena bagaimana saya mau menjelaskan ini kalau tidak ada bahasa Indonesia," ungkap Habibie dalam acara rapat pleno pengkajian MPR RI di Ruang GBHN, gedung MPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Habibie menyebut dirinya, yang merupakan campuran Bugis dan Jawa, tentu memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan kedua bahasa itu. Namun, untuk berkomunikasi dengan semua orang di Indonesia, keberadaan bahasa tentu menjadi hal yang sangat penting.

"Jadi bahasa yang pertama, karena bahasa ini merupakan nilai yang menentukan dan harus dimengerti oleh siapa saja," katanya.

Hal kedua yang, menurutnya, sangat penting adalah perilaku. Perilaku tersebut berkaitan dengan kebudayaan yang hidup di Indonesia. Budaya, kata Habibie, merupakan hal penting yang bahkan lebih tua daripada keberadaan agama.

"Budaya itu yang tertua tercatat sejak 300 ribu tahun yang lalu. Agama itu paling tua tercatat 5 ribu tahun yang lalu. Jadi yang harus kita perjuangkan itu peradaban Indonesia yang di dalamnya termasuk kebudayaan ini," katanya.

"Peradaban Indonesia itu harus punya dasar-dasar hukum. Nggak boleh ngawur. Jadi di tengah globalisasi di mana budaya-budaya negara lain bisa masuk dengan mudah melalui internet harus bisa kita saring. Kita harus pertahankan dan meningkatkan budaya Indonesia ini," tuturnya.

Habibie menambahkan, saat masih menjabat Presiden RI, ia mengusulkan konsep otonomi daerah. Meskipun sempat diremehkan sejumlah pihak, ia yakin konsep tersebut menjadi gerbang awal untuk meningkatkan kualitas budaya tiap daerah di Indonesia.

"Itu juga untuk meningkatkan perilaku masing-masing daerah yang dapat menguntungkan. Karena bisa meningkatkan produktivitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM)-nya. Tentu budaya ini tak bisa berdiri sendiri, namun juga bersinergi dengan agama," sebutnya.

Terakhir, Habibie menyebut yang paling penting untuk mempertahankan peradaban Indonesia adalah political value. Political value itu, menurutnya, dapat menuntun bangsa Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai kekhasan yang merupakan kebanggaan bangsa.

"Jadi kalau ketiga hal ini dipenuhi, kita akan punya nilai-nilai yang mampu meningkatkan kualitas peradaban kita. Melalui nilai-nilai itu, semoga kita bisa maju ke garis yang paling depan sejajar dengan negara-negara lain di dunia ini," sebutnya.
(hld/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed