DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 13:18 WIB

Ciptakan Teknopreneur, Unpad Diminta Perkuat Link and Match

Niken Widya Yunita - detikNews
Ciptakan Teknopreneur, Unpad Diminta Perkuat Link and Match Foto: Wagub Jabar menghadiri penerimaan mahasiswa Unpad baru (Dok. Pemprov Jabar)
Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memperkuat link and match antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri. Hal ini sesuai tuntutan zaman pada program-program studi vokasional sehingga tercipta para teknopreneur muda yang dapat bersaing secara global.

"Juga penting menghadirkan anak muda yang memiliki kemandirian untuk meninggalkan mindset job seeker menjadi job creator," kata Deddy, dalam keterangan tertulis dari Pemprov Jabar, Selasa (22/8/2017).

Deddy mengatakan itu saat penerimaan 5.900 mahasiswa baru (Maba) tahun ajaran 2017/2018. Upacara penerimaan dilaksanakan di Stadion Jati Padjadjaran Unpad Jatinangor, Senin (21/8/2017).

Deddy berharap, Unpad dapat terus memperkuat perannya sebagai agent of economic development dan enterpreneural university. Hal itu untuk mendongrak daya saing teknologi, produktivitas tenaga kerja, dan inovasi.

"Terkait dengan itu, apresiasi khusus saya sampaikan atas kerja sama penelitian antara Unpad dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Kerjasama tersebut yaitu pengembangan plasma nutfah sapi Pasundan serta great parent stock ayam Sentul dan Itik Tambon.

Ciptakan Teknopreneur, Unpad Diminta Perkuat Link and MatchFoto: Wagub Jabar menghadiri penerimaan mahasiswa Unpad baru (Dok. Pemprov Jabar)

Selain itu, lanjut Deddy, untuk mengejar ketertinggalan jumlah pengusaha Indonesia agar mencapai 4 persen dari jumlah penduduknya. Deddy juga mendorong Unpad untuk lebih fokus pada upaya hilirisasi hasil riset dan inovasi dari dosen dan mahasiswa.

Pemprov Jabar dan Unpad saat ini sudah terjalin kerja sama penyelenggaraan program studi di luar kampus utama di Kabupaten Pangandaran. Hal ini sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang memadai bagi putra-putri Jawa Barat.

"Hari ini merupakan momentum yang sangat membahagiakan tentunya. Tidak saja bagi civitas akademika Unpad, tetapi juga bagi Pemprov Jabar. Karena pada hari ini anak-anak kita, generasi penerus masa depan bangsa telah resmi menjadi mahasiswa baru tahun akademik 2017/2018 Universitas Padjajaran," imbuhnya.

Rektor Universitas Padjadjaran, Tri Hanggono Achmad, berterima kasih kepada masyarakat atas kepercayaannya menitipkan anak-anak daerahnya ke Unpad.

"Semoga anak-anak Unpad baru akan menjadi insan abdi masyarakat dan pembina nusa bangsa," harapnya.

Tingkatkan Pelayanan Jantung

Usai acara tersebut, Deddy mendatangi lokasi penandatanganan MoU tentang penanganan pelayanan penyakit Jantung. MoU dilakukan antara Unpad, RSHS, RSUD Gunungjati, RSUD Sumedang, RSUD Tasik, RSUD Banjar, RSUD Sukabumi dan RSUD Al-Ihsan, di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor.

Di Jawa Barat, jumlah penderita penyakit jantung koroner berdasarkan diagnosis dokter pada 2013 yakni 160 ribu orang. Jumlah ini merupakan terbanyak di Indonesia.

Selain jantung koroner, Jawa Barat juga menempati posisi tertinggi estimasi jumlah penderita penyakit gagal jantung berdasarkan diagnosis atau gejala, yaitu 96 ribu orang atau 0,3 persen.

Deddy menyatakan, hadirnya pelayanan penyakit jantung yang lebih merata di fasilitas-fasilitas kesehatan tingkat utama di Jawa Barat, merupakan sebuah keniscayaan.

"Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan kabupaten atau kota di Jabar, harus mengalokasikan anggaran fungsi kesehatan minimal 10 persen dari APBD sesuai amanat Undang-undang," kata Deddy.

Deddy menambahkan, selain meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dari aspek kuratif dan rehabilitatif, perlu juga dilakukan upaya bahu-membahu mengkampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat. Hal ini sejalan dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional yang diarahkan untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

Sedangkan untuk pencegahan dari aspek preventif dan promotif dengan sasaran perubahan perilaku atau gaya hidup setiap individu untuk menjalankan hidup bersih dan sehat.

Secara khusus, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Universitas Padjadjaran (UNPAD), menggelar kerjasama terkait pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kesehatan jantung antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, RSHS, Fakultas Kedokteran UNPAD, RSUD Al-Ikhsan, RSUD Cibabat Cimahi, RSUD Dr Soekarjo kota Tasikmalaya, RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, RSUD RSUD kota Banjar, dan RSUD Kabupaten Sumedang.

"Ini bentuk kerja sama dengan sejumlah rumah sakit daerah. Ada tujuh rumah sakit daerah yang kekurangan ini tenaga medisnya, makanya kerja sama ini diadakan. Akan ada sumber daya manusia didikan Unpad, yang nanti akan ditempatkan di setiap RSUD sebagai bentuk pengabdian," kata Deddy.

"Harapannya kita bisa mengurangi risiko kematian akibat penyakit tidak menular seperti jantung," tambahnya.

Sementara itu, Tri Hanggono mengatakan, pihaknya berusaha mengimplementasikan brbagai perencanaan yang menjadi fasilitas untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

"Untuk hari ini kita akan memulai suatu kerja sama dengan tujuh rumah sakit daerah. Tujuh rumah sakit ini sudah memiliki fasilitas, dan kami bertanggungjawab untuk men-support agar fasilitas ini dapat berfungsi dengan baik," ungkap Tri.

Karena menurutnya, seluruh RSUD yang menjalankan kan kerjasama saat ini, sudah masuk pada tipe B. Dari sisi regulasinya ada pada otoritas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Maka atas prakarsa bersama, Unpad dan RSHS memberikan dorongan pelayanan dari sisi sumber daya manusianya, dan segi regulasinya merupakan dukungan Dinkes Jabar.

"Ini langkah awal, mudah-mudahan menjadi pembuka aspek pelayanan lainnya untuk pelayanan penyakit jantung ini," ujarnya.

Tri menambahkan, hal ini juga sejalan dengan targetnya bersama Provinsi Jawa Barat untuk mengembangkan tujuh pusat rujukan lainnya karenanya RSHS nanti akan jadi rujukan nasional.

"Mudah-mudahan langkah ini juga bisa menginisiasi," ucapnya.
(nwy/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed