"Saya bangga pada Bapak dan Ibu yang bekerja di tenaga pendidik, itu profesi yang sangat mulia. Pahlawan tanpa tanda jasa," ujar Alex dalam keterangan tertulis dari Pemprov Sumsel, Selasa (22/8/2017).
Alex memberikan selamat pada guru dan tenaga pendidikan Sumsel di ruang kerjanya di Palembang, Sumsel, Senin (21/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex berharap, program yang telah berlangsung ini dapat meningkatkan mutu, kualitas guru, dan tenaga pendidik. Ke depan, persaingan semakin ketat.
Apalagi untuk bisa mendapat penghargaan tersebut dibutuhkan kerja keras, komitmen yang kuat ditambah semangat yang tinggi. "Indonesia itu luas. Kita bisa yang terbaik itu kan hebat. Dapat memberi inspirasi bagi kita semua," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo mengatakan, penghargaan yang diterima ini membuktikan kepada masyarakat luas bahwa program prioritas utama dari pemerintah daerah yang telah berlangsung tidak mengurangi mutu dan kualitas.
"Terbukti ini kan jelas bukan rekayasa. Harapan kita penghargaan ini dapat menginsprasi ke sekolah lain untuk tidak saja unggul di daerah namun di nasional bahkan internasional," tambahnya.
Berikut nama-nama peraih juara:
1. Wahyu Eko Romadhon, juara I untuk kategori Pengawas SMA Disdik Sumsel
2. Sri Astini, juara II kategori Pengawas SD Oku Timur, Fransiska pemenang II untuk kategori Guru TK Al Hikmah 2 Palembang
3. Masrohan, juara III Kepala SD N Bingin Teluk Muratara
4. Adi Kurniawan, juara II Laboran SMAN 2 Unggul Sekayu Muba
5. Fiksi Narsih, pemenang III Laboran SMKN I Gelumbang Muara Enim,
6. Susi Susanti, juara III Pustakawan SMAN 2 Unggul Sekayu
7. Fransiska, pemenang II untuk kategori Guru TK Al Hikmah 2 Palembang
8. SMA N I Palembang berhasil meraih juara I nasional untuk kategori sekolah sehat
Pemberian penghargaan tersebut dilakukan di Plaza Insan Berprestasi Gedung A, kantor Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (14/8/2017). Penghargaan diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Dari 875 total Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari seluruh Indonesia mengikuti ajang yang berlangsung dari 14-19 Agustus 2017. Mereka harus melalui proses seleksi tes tertulis, wawancara, penilaian portofolio, penilaian praktik baik (best practice) dan presentasi. Untuk durasi ujian dua hari yaitu 15-16 Agustus 2017.
Seluruh peserta lomba mendapatkan sertifikat yang ditandatangani oleh Muhadjir. Sertifikat berisi sebagai guru berprestasi dan berdedikasi, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pemberdayaan GTK yang telah memberikan prestasi, dan dedikasinya terhadap dunia pendidikan.
"Saya harap Bapak dan Ibu guru dapat terus menambah wawasan, dan mengasah pengetahuan untuk dapat meningkatkan profesionalisme. Yang terpenting adalah inner motivation guru itu sendiri," ungkap Muhadjir dalam situs kemdikbud.go.id.
(nwy/ega)











































