DetikNews
Selasa 22 Agustus 2017, 02:29 WIB

Pilgub Jabar 2018

Tanpa NasDem di Pertemuan 5 Partai, Bagaimana Nasib Ridwan Kamil?

Mukhlis Dinillah - detikNews
Tanpa NasDem di Pertemuan 5 Partai, Bagaimana Nasib Ridwan Kamil? Foto: Mukhlis Dinillah/ detikcom
Bandung - Demokrat bersama PPP, PAN, PKB dan Hanura menjajaki peluang membangun poros baru di Pilgub Jabar 2018. Partai NasDem yang sudah mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai Cagub tak diajak dalam poros baru ini.

Nasdem yang hanya memiliki 3 kursi tidak bisa sendiri mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar. Sehingga harus berkoalisi dengan parpol selain Gerindra, PKS, PDIP dan Golkar. Namun, justru 5 parpol tersisa ingin bangun poros baru.

Peluang Demokrat, PPP, PAN, PKB dan Hanura berkoalisi semakin dekat dengan menggelar pertemuan di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (21/8/2017) malam. Tidak ada perwakilan NasDem dalam pertemuan ini.

"Karena kita belum bicara calon masih menyamakan persepsi (dalam pertemuan). NasDem sudah deklarasi punya calon (Ridwan Kamil), jadi tidak masuk agenda kami," kata Ketua DPW PPP Jabar Ade Yasin yang juga jubir pertemuan ini.

Ia menegaskan pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi antar parpol untuk menciptakan suasana pilkada yang kondusif. Sekaligus, sambung dia, menjalin komunikasi dan peluang membangun koalisi di Pilgub Jabar.

"Kami ingin berkontribusi untuk Jabar. Tugas kami bagaimana kami mencetak pemimpin di Jabar. Sekaligus menjalin kesepahaman untuk bersama (koalisi) di Pilgub Jabar," ungkap dia.

Ade mengatakan dalam pertemuan ini kelima parpol sudah menyatakan kesediaannya untuk bersama di Pilgub Jabar 2018. Namun, sambung dia, kesediaan ini baru sebatas secara lisan dan merupakan aspirasi di tingkat pimpinan di Jabar.

"Kami berlima sudah mantap jalin koalisi. Sudah ada pembicaraan (pertemuan) baru secara lisan belum formal. Nanti harus dipertegas dengan pertemuan selanjutnya ada draf yang lebih maju lagi. Tentunya harus seizin pimpinan (pusat)," ungkap dia.

"Jadi hari ini belum sepakat koalisi, baru menentukan kesepahaman dulu," katanya menambahkan.
(nkn/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed