DetikNews
Senin 21 Agustus 2017, 20:19 WIB

BKSDA Lepas Kucing Hutan yang Dilindungi di Pulau Dua Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
BKSDA Lepas Kucing Hutan yang Dilindungi di Pulau Dua Serang Pelepasliaran kucing hutan yang merupakan salah satu satwa yang dilindungi di kawasan cagar alam Pulau Dua Serang Banten (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat wilayah 1 Serang melepasliarkan jenis kucing hutan di kawasan cagar alam Pulau Dua. Kucing dengan nama latin Felis bengalensis ini merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan UU nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Ini jenis kucing hutan penyerahan masyarakat dari Rangkasbitung. Diperkirakan umurnya 2 tahun," kata Andre Ginson, Kepala Seksi Konservasi wilayah 1 Serang BBKSD Jabar kepada wartawan di Pulau Dua, Kota Serang, Senin (21/8/2017).

Kawasan cagar alam Pulau Dua Serang Banten merupakan habitat kucing jenis iniKawasan cagar alam Pulau Dua Serang Banten merupakan habitat kucing jenis ini (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)

Menurutnya, kucing ini didapat dari seorang warga di Rangkasbitung. Mengetahui kucing hutan ini jenis yang dilindungi, warga kemudian menghubungi dan menyerahkan kepada pihak konservasi untuk dilepaskan ke habibatnya di alam liar.

Pelepasan di kawasan cagar alam Pulau Dua sendiri dipilih karena daerah tersebut menjadi habitat jenis kucing hutan. Di daerah tersebut ditenggarai masih menjadi lokasi habitat kucing hutan khususnya di Serang.

Kucing ini didapat dari seorang warga di RangkasbitungKucing ini didapat dari seorang warga di Rangkasbitung (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)

"Ini langka dan jarang di Serang. Dan di sini (Pulau Dua) menjadi habitatnya," katanya.

Berikut bunyi Pasal 21 ayat (2) huruf (a) UU nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya:

Setiap orang dilarang untuk menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Ketentuan pidana bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran tersebut dapat dikenai penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp. 100 juta.
(bri/jbr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed