"Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami bersama para ulama, habaib, tokoh, dan aktivis bersatu menyeru agar kaum muslimin di seluruh Tanah Air agar tidak memilih partai, bupati, gubernur, dan presiden yang menerbitkan dan mendukung Perppu Ormas," kata Kholiludin di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/8/2017).
Ia menjelaskan hal ini merupakan sikap umat Islam. Sebab, jika memilih partai yang mendukung Perppu Ormas, itu adalah zalim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut hal ini akan dilakukan, baik dalam pilgub, pilkada, pileg, hingga pilpres. Maka dari itu, Kholiludin menekankan DPR untuk tidak mengesahkan Perppu Ormas.
"Apa pun kita sampaikan kepada umat seluruh Nusantara apakah itu pemilihan gubernur, pilkada, pileg, dan pilpres. Kita akan serukan partai ini (yang dukung Perppu Ormas) adalah kezaliman. Kayak partai PDIP dan Golkar yang dukung," ucapnya.
Ini merupakan aksi lanjutan dari demo di Patung Kuda. Kholiludin menerangkan, jika aksi ini tidak didengar, demo akan dilakukan kembali dengan massa yang lebih besar.
"Kalau kita tidak didengar, maka akan lakukan lagi yang lebih besar," imbuhnya. (lkw/nvl)











































