Begini Suasana Pencarian 10 Tentara Amerika di Dekat Selat Malaka

Agus Siswanto - detikNews
Senin, 21 Agu 2017 14:41 WIB
Suasana pencarian oleh kapal Bea dan Cukai (Agus Siswanto/detikcom)
Batam - 10 Tentara angkatan laut Amerika Serikat dilaporkan hilang usai tabrakan kapal perang mereka dengan tanker minyak. Bea Cukai Indonesia membantu pencarian.

Kurang lebih empat jam kapal patroli BC-7005 KPU Bea dan Cukai Tipe B-Batam melakukan penyisiran korban sejak pukul,10.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB. Pencarian dilakukan di sekitar perairan Tanjung berakit Kepulauan Riau (Kepri) pada Senin (21/8/2017).



Peristiwa kecelakaan laut melibatkan kapal perang USS John S McCain dengan kapal tanker Alnic berbendera Liberia. Lokasi tabrakan di perairan bagian timur Singapura yang tidak jauh dari perairan di Selat Malaka.

Penyisiran yang dilakukan petugas kapal patroli BC-7005 sejak pagi tadi belum memberikan hasil ditemukan korban yang diinformasikan hilang oleh Amerika serikat. Sementara kapal patroli Bea dan Cukai Batam tidak bisa mendekat dan berputar di sekitar lokasi terjadinya kecelakaan.

Lantaran lokasi tersebut ada di perairan internasional bukan di Indonesia. Menurut komandan kapal patroli BC-7005, Arintoko Aji mengatakan jarak kapal patroli dengan lokasi tabrakan kedua kapal tersebut sekitar 1,5 mil jaraknya.

Begini Suasana Pencarian 10 Tentara Amerika di Dekat Selat MalakaKapal perang AS yang penyok tabrakan dengan tanker (REUTERS/Ahmad Masood)
"Kapal patroli BC-7005 tidak boleh mendekat mengingat lokasi laka laut kedua kapal tersebut, bukan masuk ke wilayah perairan Indonesia," ujar Arintoko Aji.

Kehadiran kapal patroli BC-7005 sebagai upaya penyelamatan korban kapal, jika ada korban yang ditemukan di perairan Kepulauan Riau. Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi kejadian, sejumlah kapal dari Singapura melakukan patroli Laut.

Selain kapal patroli milik Bea dan Cukai Batam, kapal perang milik TNI AL juga turut mencari. Menurut Danlantamal IV Tanjung Pinang, Laksamana Pertama, R Eko Suyatno mengatakan, siang ini telah mengerahkan 2 KRI yaitu,KRI CUCUT-886 dan KRI PARANG-647 beserta tambahan Helikopter NV-409 untuk melaksanakan kegiatan pencarian dilokasi kejadian tabrakan.

"TNI AL telah menurunkan 2 kapal perang yaitu, KRI CUCUT-886 dan KRI PARANG-647 serta 1 unit helikopter untuk pencarian korban di sekitar perairan internasional," jelas Eko. (fay/fay)