Hal tersebut disampaikan Cak Imin melalui akun Twitternya @cakiminpkb pada hari Minggu (20/8). Ia sempat mencuit soal pentingnya pembentukan klub Presiden. Ia juga berharap pertemuan para pemimpin negara di Istana Negara saat 17 Agustus lalu tidak hanya acara seremonial.
"Semoga silaturahmi mantan presiden RI dan presiden RI terus berlanjut dan langgeng. Bukan seremonial belaka. Tapi dalam #KlubPresidenRI," ujar Cak Imin dalam salah satu cuitannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya kita tak perlu atur secara teknis karena beliau para Presiden, mereka yang telah bertugas, mengabdi secara optimal telah berusaha semaksimal mungkin. Kita merasa itu anugerah, tidak perlu dibebani dengan keinginan kita," ujar Taufiqulhadi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/8/2017).
Menurutnya, masih ada cara lain untuk mempertemukan para Presiden. Misalnya dalam forum parpol. Apalagi, Presiden terdahulu juga memiliki afiliasi dengan parpol. Oleh sebab itu, Taufiqulhadi menilai klub Presiden justru akan membebankan mereka.
"Tidak selalu begitu, itu akan membuat mereka terbebani. Biarlah mereka istirahat. Kalau mereka bertemu dalam rangka silaturahmi saja," imbuh anggota Komisi III DPR ini. (dkp/nvl)











































