Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur Sahat Simanjuntak menjelaskan 'ABG' dalam konteks ini bukan berarti anak baru gede alias remaja tanggung. 'ABG', kata Sahat, merupakan kependekan dari ABRI (sebutan TNI dan Polri pada era orde baru), Birokrat dan Golkar (politikus). Hadirnya calon gubernur dari 'ABG' ini menurutnya akan membawa kejayaan masa lalu Golkar.
"Dengan melihat para bakal calon gubernur yang berlatar belakang tentara, polisi, birokrat dan politisi ini, akan membawa kemenangan dan kejayaan masa lalu Golkar. Di masa lalu, kepala daerah adalah dari jalur ABG (ABRI, Birokrat dan Golkar-politisi)," ujar Sahat di kantor DPD, Jalan A Yani, Surabaya, Sabtu (19/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dari unsur birokrat ada Nurwiyatno yang saat ini menjabat Inspektur Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk pendaftar dari Golkar dan politikus, ada Ridwan Hisjam (anggota DPR RI yang juga mantan Ketua DPD PG Jatim) dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang dulunya anggota DPR RI.
"Dulu-era Orde Baru (menjadi kepala daerah bupati, wali kota atau gubernur) dikenal dengan jalur ABG. Kalau sekarang, mereka sudah pensiun," tutur Sahat.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jatim ini mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para bakal calon gubernur yang mendaftar ke Golkar. Sahat berharap, DPP PG akan menentukan pilihan dan merekomendasi cagub kepada satu calon dari 5 pendaftar bakal calon gubernur Jatim ke Golkar.
"Kita mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para bakal calon gubernur yang mendaftar dan mempercayakan kepada Partai Golkar. Kewenangannya memang ada di DPP. Kita berharap, salah satu dari mereka mendapatkan rekom dari DPP," pungkas Sahat. (roi/gbr)











































