Kegiatan simulasi nasional ini dilakukan di TPS 14, Kelurahan Sindang Sono, Kabupaten Tangerang, Banten. Terdapat 500 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS tersebut.
"Saya datang ke TPS jam 08.00 WIB. Menurut saya, prosesnya sama saja seperti 2014. Cuma saja kertas suaranya lebih banyak. Jadi lamanya di melipat kertas suaranya," kata Kamsah (40), salah satu warga yang menjadi DPT, kepada detikcom, di lokasi simulasi, Sabtu (19/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Kamsah, Arsi (19), yang juga DPT di TPS 14, mengatakan tahap melipat suara memakan waktu. Arsi juga mengaku dirinya mengantre dua jam lebih hingga mendapat giliran memilih.
"Dari jam 07.00 WIB ngantrenya. Baru dipanggil jam segini (pukul 09.30 WIB). Yang bingungin pas ngelipet (surat suara)-nya. Soalnya yang DPR-DPR-an itu kertasnya cukup besar. Nanti juga pas nyoblos (calon legislator) bingung kayaknya, karena terlalu banyak (calonnya)," ujar Arsi kepada detikcom sambil berseloroh.
Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan panitia, lamanya waktu seseorang berada di balik bilik suara adalah 6-7 menit. Sedangkan DPT disabilitas berada di bilik suara selama 9-11 menit.
"Sampai pukul 11, terdata 208 pemilih yang sudah hadir dan menggunakan hak suaranya. Pemilih yang kondisinya normal paling lama 6 sampai 7 menit. Disabilitas kira-kira 9 sampai 11 menit (di balik bilik suara)," ucap Arief.
"Nanti kita akan hitung, idealnya berapa lama di bilik suara, kemudian dengan lamanya waktu akan terlihat cukup-tidak (disediakan) 5 bilik suara," tutur Arief
Sementara itu, Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan ada beberapa opsi yang bisa menjadi pertimbangan agar pemungutan suara mengakomodasi DPT dengan maksimal.
"Kita mau lihat, memenuhi nggak itu dari jam 7 sampai jam 1 siang dengan 500 orang yang kita buat simulasi? Kalau tidak, apakah mungkin bilik ditambah, atau kita kurangi pemilihnya di TPS?" terang Ilham. (aud/fdn)











































