Simulasi digelar di lapangan sepakbola Kelurahan Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (19/8/2017). Berdasarkan pantauan detikcom, tiga panitia di meja surat suara TPS 14 sedang menulis nama-nama warga yang sudah mendaftarkan diri ikut 'pemilu' di bagian depan surat.
Simulasi penghitungan suara di Tangerang. (Audrey Santoso/detikcom) |
Surat suara abu-abu untuk memilih presiden, kuning untuk caleg DPR, merah untuk caleg DPD, biru untuk caleg DPRD Banten, dan hijau untuk caleg DPRD Kabupaten Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di seberang meja surat suara, terdapat 5 bilik untuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencoblos kertas suara. Sedangkan di sisi kanan meja surat suara, terdapat 5 kotak suara transparan yang diberi label sesuai dengan jenis surat suara.
Animo warga dalam berpartisipasi di simulasi pemilu ini membuat seorang petugas hansip yang berjaga di pintu masuk TPS kewalahan. Hansip itu terlihat memasang badan untuk menahan kerumunan warga yang berusaha mendorong masuk. Panitia beberapa kali mengingatkan warga agar antre dan tidak mendorong-dorong si hansip.
Simulasi ini layaknya pemilu sungguhan. (Audrey Santoso/detikcom) |
"Ibu-ibu, kasihan itu Pak Linmas (Lintas Masyarakat)-nya. Jangan didorong-dorong. Sabar, antre," kata petugas meja surat suara.
Kegiatan simulasi ini diawali upacara pembukaan, di mana Ketua KPU Arief Budiman dan Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memberikan kata sambutan. Panitia acara juga menggelar panggung rakyat untuk menghibur warga yang mendatangi lokasi simulasi.
Warga juga melakukan simulasi mencoblos. (Audrey Santoso/detikcom) |
Simulasi proses pemungutan suara digelar sejak pukul 07.00 sampai 13.00 WIB. Setelah itu, panitia TPS akan menghitung jumlah perolehan suara. (aud/dkp)












































Simulasi penghitungan suara di Tangerang. (Audrey Santoso/detikcom)
Simulasi ini layaknya pemilu sungguhan. (Audrey Santoso/detikcom)
Warga juga melakukan simulasi mencoblos. (Audrey Santoso/detikcom)