DetikNews
Jumat 18 Agustus 2017, 18:48 WIB

Terancam Disanksi Golkar, Doli Kurnia: Salah Apa?

Dwi Andayani - detikNews
Terancam Disanksi Golkar, Doli Kurnia: Salah Apa? Ahmad Doli Kurnia (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan Ahmad Doli Kurnia dan kawan-kawan terancam disanksi Golkar karena dinilai kelewat batas. Doli justru mempertanyakan letak kesalahannya.

"Kami justru mempertanyakan, sebetulnya kita punya kesalahan apa? Karena kami melakukaan gerakan ini didasari oleh perbuatan yang tulus. Kami punya komitmen yang tinggi untuk tetap menjaga agar partai Golkar ini dicintai rakyat, tidak diindikasikan atau disebut sebagai partai koruptor dan ini kan sesuatu yang baik, dan justru membantu citra partai golkar," kata Doli di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (18/8/2017).

Seperti diketahui, Doli Kurnia dan kawan-kawan awalnya ingin bertemu Ketua MA Hatta Ali untuk meminta klarifikasi soal isu pertemuan khusus Setya Novanto dengan Hatta. Dugaan pertemuan khusus itu terjadi saat Novanto dan Hatta menjadi penguji calon doktor Adies Kadir di Untag, Surabaya.

Doli mengatakan bahwa tindakan GMPG, saat ini untuk memperjuangkan kebenaran. Ia juga mengatakan GMPG terbuka untuk siapa saja yang ingin berdialog.

"Menurut saya kalau kemudian diberikan sanksi ya kami aneh juga, tapi buat kami ini yang namanya memperjuangkan kebenaran itu tentu ada risiko ada konsekuensi dan kami selalu terbuka selama ini untuk berdialog," kata Doli.

Doli berpendapat, apa yang dilakukan saat ini bukan hal yang salah. Menurutnya, yang dilakukan saat ini adalah sebagai bentuk upaya dalam menyelamatkan partai salah satunya dengan gerakan 'Golkar Bersih'.

"Kami tidak merasa ini salah dan kami merasa ini, justru kami ingin memperjuangkan kebenaran dan mengembalikan citra partai Golkar. Sebagai partai yang baik dan dicintai rakyat, jadi yang kami lakukan justru adalah penyelamat partai," ujar ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) ini.

Sebelumnya, Golkar akan menjatuhkan sanksi terhadap Doli dan kawan-kawan karena sudah mendatangi MA. Tindakannya dinilai kelewat batas.

"Saya katakan tadi, itu sudah keterlaluan dan tidak bisa kita tolerir lagi. Kalau kemarin-kemarin sampai datang ke Golkar, membawa orang itu ada demo, mengedarkan daftar nama gerakan-gerakan Golkar bersih, yang tidak bersedia bahkan yang keluar dari situ, ini bisa dipahami sebagai dinamika partai," ujar Sekjen Golkar Idrus Marham di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8).
(dkp/van)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed