"Ada 547 jemaah yang saya pegang, 45 orang berangkat Desember tahun lalu, terus menyusul 179 lagi, kekurangannya 323 jemaah yang belum berangkat. Problemnya yang belum berangkat ini semua menghujat saya mati-matian, saya dicaci maki," tutur Hartati sembari menangis di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Menurutnya, 323 jemaah yang belum berangkat terus meminta uangnya dikembalikan. Dia tak bisa lagi berbuat apa-apa dan hanya menerima makian serta hujatan dari jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agen First Travel dan calon jemaah mendatangi DPR. (Aditya Fajar/detikcom) |
"Sudah 5 kali saya informasikan ke jemaah dan 5 kali juga janji itu di-reschedule. Tak ada kepastian kapan jemaah saya diberangkatkan," imbuhnya.
Agen First Travel dan calon jemaah mendatangi DPR. (Aditya Fajar/detikcom) |
Mendengar cerita Hartati, seluruh jemaah korban First Travel bergemuruh. Mereka berteriak, "First Travel pemberi harapan palsu".
"First Travel 'PHP', kami hanya ingin menunaikan ibadah yang sudah dijanjikan, Allahu akbar," teriak seluruh jemaah. (adf/idh)












































Agen First Travel dan calon jemaah mendatangi DPR. (Aditya Fajar/detikcom)
Agen First Travel dan calon jemaah mendatangi DPR. (Aditya Fajar/detikcom)