DetikNews
Jumat 18 Agustus 2017, 16:52 WIB

Dicek Penyidik, Rumah Adik Bos First Travel Kosong Melompong

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Dicek Penyidik, Rumah Adik Bos First Travel Kosong Melompong Rumah Kiki (Parastiti Kharisma Putri/detikcom)
Jakarta - Rumah Kiki Hasibuan di Kebagusan, Jakarta Selatan, kosong melompong. Tak ada perabotan apa pun di rumah adik bos PT First Travel itu.

Dari pantauan detikcom, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri terlihat memasuki rumah yang beralamat di Kebagusan Dalam 4, Vasa Kebagusan, Kavling D Nomor 5, Kebagusan, Jakarta Selatan, tersebut. Rumah dengan cat abu-abu itu memiliki 2 lantai.


Di bagian depan terdapat 1 unit mobil Honda CR-V berwarna hitam yang terparkir. Namun, menurut pihak marketing perumahan yang juga ikut di lokasi, mobil itu bukanlah milik Kiki.

Dicek Penyidik, Rumah Adik Bos First Travel Kosong MelompongKondisi di dalam rumah gelap. (Screenshot video dari dalam rumah Kiki)


Tak berapa lama kemudian, penyidik masuk ke rumah. Kondisinya kosong melompong. Tak ada satu pun perabotan di dalam rumah tersebut.

Penyidik pun mengecek ruangan demi ruangan di rumah itu, termasuk kamar tidur dan kamar mandi. Namun seluruh ruangan di rumah itu sudah kosong.



Dicek Penyidik, Rumah Adik Bos First Travel Kosong MelompongPenyidik mengecek kondisi dalam rumah itu. (Screenshot video dari dalam rumah Kiki)

Sebelumnya, Kiki ditetapkan sebagai tersangka menyusul kakaknya, Anniesa Desvitasari Hasibuan, dan kakak iparnya, Andika Surachman. Polisi menyebut Kiki menjabat komisaris sekaligus direktur keuangan di PT First Travel.

"Dia komisaris, juga sebagai direktur keuangan," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Heri Rudolf Nahak kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/8).

Dicek Penyidik, Rumah Adik Bos First Travel Kosong MelompongKondisi kamar juga kosong. (Screenshot video dari dalam rumah Kiki)

Sebagai direktur keuangan, Kiki tahu betul cara kerja mengelola keuangan perusahaan penyelenggaraan umrah tersebut. Jadi dia dianggap mengerti bahwa yang dilakukan First Travel adalah tindak pidana.

"Dia tahu cara kerja direktur utamanya. Dia juga mengerti tindak pidana," lanjut Heri.

Dalam kasus tersebut, Andika dan Anniesa, yang dijerat lebih dulu, disangka melanggar Pasal 55 juncto Pasal 378 (penipuan) dan 372 (penggelapan) KUHP serta UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE. Tersangka juga bakal dijerat pasal tindak pidana pencucian uang.
(dhn/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed