DetikNews
Kamis 17 Agustus 2017, 20:32 WIB

Ruth, Paskibraka Pembawa Baki yang Selalu Ingat Pesan Papa Mama

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Ruth, Paskibraka Pembawa Baki yang Selalu Ingat Pesan Papa Mama Foto: Bagus/detikcom
FOKUS BERITA: HUT RI ke-72
Jakarta - Dua upacara dalam rangka peringatan hari kemerdekaan RI telah dilaksanakan di Istana Merdeka. Tentu, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) punya peran penting dalam kelancaran upacara.

Prosesi upacara penurunan bendera agak berbeda dengan pengibaran. Ada proses di mana bendera yang telah diserahkan kepada Presiden Jokowi diambil kembali oleh Paskibraka dan dikembalikan ke Monas dengan Kereta Kencana.

Adalah Ruth Cheline Eglesya Purba, Paskibraka asal Binjai, yang mendapat kepercayaan membawa baki di upacara penurunan bendera tadi sore. Ruth bercerita bagaimana dia sempat gugup ketika mendapat tugas itu.

"Ada gugupnya juga. Tapi tetap bertekad dan berusaha dan percaya diri. Itu saja kuncinya," kata Ruth usai upacara di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2017).

Ruth memang baru hari ini diberi tahu kalau dia yang dipilih sebagai pembawa baki. Tetapi dalam setiap latihan, dia beberapa kali diminta menjadi pembawa baki.

"Sampai menjadi pembawa baki penurunan itu sangat berat. Terutama dalam latihan-latihan, kami selama tiga minggu itu kami dilatih terus dan dipilih dari beberapa putrinya yang latihan terus membawa baki dan tadi sore sebelum penurunan, di situlah ditentukan siapa pembawa bakinya," ungkap Ruth.
Ruth memang baru hari ini diberi tahu kalau dia yang dipilih sebagai pembawa baki.Ruth memang baru hari ini diberi tahu kalau dia yang dipilih sebagai pembawa baki (Foto: Bagus/detikcom).

Buah dari latihan Ruth dan kawan-kawan itu adalah kelancaran upacara penurunan bendera. Ruth juga mendapat acungan jempol dari sang ayah yang membuatnya semakin bahagia.

"Pesan dari Mama-Papa, pertama jaga kesehatan, tetap percaya diri dan berserah kepada Tuhan," kata Ruth.

Selain itu kunci keberhasilan menurut Ruth adalah tetap fokus dalam pikiran. Sehingga dia kesampingkan hal yang tak perlu dipikirkan.

"Sebab kalau pikiran bercabang-cabang malah tidak fokus terhadap apa yang dilakukan," kata Ruth.
(bag/nvl)
FOKUS BERITA: HUT RI ke-72
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed