Cerita Marinir Latih Paskibra Cilik di Perbatasan

Cerita Marinir Latih Paskibra Cilik di Perbatasan

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 17 Agu 2017 16:41 WIB
Cerita Marinir Latih Paskibra Cilik di Perbatasan
Anggota Paskibra cilik/Foto: Faieq Hidayat-detikcom
Sebatik -

Upacara peringatan kemerdekaan RI yang diikuti 1.478 anggota Paskibra di Desa Sei Pancang, Sebatik, Kalimantan Utara memecahkan rekor MURI. Paskibra terdiri dari instansi pemerintah sipil, militer dan masyarakat.

Tapi ada juga 89 anggota Paskibra cilik yang ikut berpartisipasi. Mereka berbaris rapi dan tertib bertugas saat upacara, Kamis (17/8/2017).

Paskibra cilik ini menyanyikan yel-yel saat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo turun dari podium upacara. Mereka terlihat semangat saat menyanyikan yel-yel yang dipimpin Kopda Marinir Yohanis.

Anggota Paskibra cilikAnggota Paskibra cilik Foto: Faieq Hidayat-detikcom



Siswa SDN 1 Nunukan, Firman mengatakan sudah berlatih yel-yel dan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) selama 7 hari. Anggota Paskibra yang ikut upacara ini dipilih langsung oleh Kopda Marinir Yohanis.

"Sudah latihan 7 hari. Dipilih (anggota Paskibra) sama Bapak Marinir," kata Firman.

Anggota Paskibra cilikAnggota Paskibra cilik Foto: Faieq Hidayat-detikcom




Sementara itu, Kopda Marinir Yohanis menjelaskan cara memilih anggota Paskibra cilik dengan melihat postur tinggi badan. Selain itu, harus ada keinginan kuat berlatih sebelum pelaksanaan upacara.

"Pertama kami lihat postur tubuh dulu, bukan karena tinggi tapi harus serasi dari segala usia dan tinggi rata-rata sama. Kemudian niat dulu, mereka tanpa bisa apa-apa, kami latih," kata Yohanis.

Yohanis mengaku membutuhkan waktu selama satu bulan untuk melatih para anggota Paskibra termasuk siswa SD hingga mahasiswa. Mereka diberikan materi PBB hingga ilmu kedisplinan.

"Materi PBB, kemudian kebanggaan akan Indonesia itu mental dan kedisplinan. Kami mendidik anak untuk cinta Indonesia, bikin bangga orang tua, daerahnya dan sekolahnya sampai Indonesia," katanya.

Meski begitu, Yohanis mengaku mengalami kesulitan saat melatih Paskibra cilik. Sebab, mereka yang berusia 7 tahun hingga 10 tahun lebih memilih bermain.

"Memang sulitnya mereka anak-anak lebih banyak bermain tapi dengan mental mereka bukan anak-anak lagi. Kita latih lebih dewasa, ada trik-trik yang kita lakukan, mereka harus dengan kode apa yang saya bilang mereka harus diam, mereka mengerti lah," ujar Yohanis.

Kopda Marinir YohanisKopda Marinir Yohanis Foto: Faieq Hidayat-detikcom



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi anggota Paskibra yang tidak disiplin berlatih akan diberikan sanksi. Karena itu para anggota Paskibra sambung Yohanis menghafalkan gerakan PBB dan yel-yel di rumah masing-masing.

"Sambil tidur mereka nyanyi, dan sampai ke kamar mandi sehingga mereka hafal. Latihan pas mereka pulang sekolah agar tidak menganggu sekolah mereka," ujarnya.

(fai/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads