"Sampai dengan Juli 2017, konsep dan modul penguatan pendidikan karakter telah disosialisasikan kepada 1.596 sekolah rintisan yang mencakup 1.892 kepala sekolah, 1.927 guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), 154 pengawas sekolah, serta 42 komite sekolah," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy dalam keterangannya, Rabu (16/8/2017).
Muhadjir menerangkan PPK ini memuat lima nilai karakter utama. Semua itu dilakukan dalam rangka menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan yang akan dihadapi selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Muhadjir menilai guru menjadi sosok yang berperan penting dalam mewujudkan pendidikan karakter. Karena itu, dia berharap guru dapat memberikan teladan yang baik bagi setiap anak didiknya.
"Guru berperan penting dalam penguatan karakter. Keberadaan guru harus mampu memberikan teladan, inspirasi dan motivasi," tuturnya.
Muhadjir pun menjelaskan bahwa keberadaan PPK Ini tak akan mengubah kurikulum yang telah ada. Namun PPK ini sebagai sebuah upaya penguatan terhadap sistem yang telah ada agar siswa lebih aktif dalam belajar.
"PPK tidak mengubah kurikulum yang ada. Muatan pendidikan karakter dalam kurikulum 2013 dikuatkan melalui beragam pendekatan dan metode yang mendorong cara belajar siswa aktif, pemanfaatan sumber-sumber belajar lebih optimal, serta individualisasi peserta didik," ujarnya.
Sementara itu, dalam rangka menciptakan layanan pendidikan bagi setiap siswa di seluruh Indonesia, Kemendikbud telah merevitalisasi 49 sekolah dan membangun 114 sekolah garis depan (SGD) baru di berbagai titik. Pada bulan Agustus ini, Kemendikbud juga siap melepas sebanyak 6.296 guru garis depan (GGD) yang akan bertugas di 14 provinsi dan 93 kabupaten di Indonesia. (knv/rvk)











































