Kades di Perbatasan Keluhkan Pembangunan Pasar dan Harga Sawit

Kades di Perbatasan Keluhkan Pembangunan Pasar dan Harga Sawit

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 17 Agu 2017 01:24 WIB
Kades di Perbatasan Keluhkan Pembangunan Pasar dan Harga Sawit
Foto: Kades di Perbatasan Keluhkan Pembangunan Pasar dan Harga Sawit (Faieq-detikcom)
Nunukan - Beberapa kepala desa di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menyampaikan keluhan di wilayah perbatasan. Salah satunya, mereka mengeluhkan pembangunan pasar dan harga kelapa sawit.

Kepala Desa Sekaduyan Taka, Putra meminta Mendes PDTT Eko membangun pasar di wilayah perbatasan. Tujuannya warga yang berada di wilayah perbatasan tidak terlalu jauh membeli bahan pokok.

"Ini yang perlu dibangun secara resmi dan dibangunkan pasar resmi di perbatasan," kata Putra saat dialog dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo di Sebatik, Kabupten Nunukan, Kalimatan Utara, Rabu (16/8/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kades di Perbatasan Keluhkan Pembangunan Pasar dan Harga SawitFoto: Kades di Perbatasan Keluhkan Pembangunan Pasar dan Harga Sawit (Faieq-detikcom)


Selain itu, Putra juga menyampaikan keluhannya terhadap masalah harga sawit. Sebab, perusahaan kelapa sawit tidak mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah.

"Dan tanpa hentinya, Ini juga tidak henti saya sampaikan persoalan masalah harga sawit. Bagaimana mau sejahtera kalau perusahaan tidak mengikuti anjuran yang sudah ditetapkan pemerintah. Kasihan masyarakat kita di perbatasan cukup menanam tapi tidak menikmati hasilnya secara maksimal," keluh Putera.

Sementara itu, Mendes PDTT Eko Putro menyatakan akan membantu pembangunan pasar di wilayah perbatasan. Dana yang dibutuhkan untuk membangun sejumlah Rp 1 miliar.

"Pasar, harusnya kita membantu, saya tanya biaya bikin pasar berapa? 1 miliar ya, kita masih bisa tidak bikin tahun ini, kalau bisa bilang bisa, kalau tidak bisa bilang tidak bisa, jangan diubah-ubah, tahun depan dianggarkan ya," kata Eko.

Kemudian mengenai harga sawit, Eko mengaku akan berkomunikasi dengan Kementerian Pertanian, sehingga petani perkebunan sawit bisa diberikan pelatihan soal menanam kelapa sawit.

"Saya juga lama di pasar juga ini penting pasar panen produk pertanian jagung, tebu, sawit kalau tidak diproses cepat kualitas akan turun, jamur. Jadi coba diadakan pelatihan nanti saya akan ngomong dengan Kementerian Pertanian ahli sawit untuk memberikan pelatihan petani sawit cara memanen yang benar jadi harga tidak turun," ucap Eko. (fai/rvk)


Berita Terkait