Cerita di Balik Pengangkatan Polisi Asal Papua Ajudan Jokowi

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 16:10 WIB
Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Johnny Eddizon Isir mendapatkan promosi jabatan sebagai ajudan Presiden RI Joko Widodo (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Jabatan ajudan Presiden Joko Widodo diisi oleh Kombes Johnny Edizon Isir setelah sempat kosong selama tujuh bulan. Selain sebagai salah satu anggota terbaik Polri, ada cerita tersendiri di balik pengangkatan polisi asal Papua ini.

Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian menceritakan, Presiden Jokowi sempat mengisi acara syukuran HUT ke-71 pada 10 Juli 2017 lalu. Saat itu, Jokowi melirik Stevanus, ajudan Tito, seorang polisi dari Papua.



"Pak presiden mungkin melihat ajudan saya Stevanus orang Papua, kemudian beliau menanyakan kepada saya 'ajudan Pak Kapolri orang Papua?', 'ya betul, Pak' 'bagus nggak?', 'bagus, Pak. lima tahun bersama saya. Cerdas, loyal, bisa memahami apa yang kita inginkan' dan seterusnya lah. Kemudian beliau juga menyampaikan, saya juga ingin punya ajudan orang Papua," Tito menceritakan perbincangannya dengan Jokowi.

Jokowi rupanya tertarik untuk memiliki ajudan dari polisi asal Papua. Tito pun kemudian merekomendasikan Johnny yang merupakan Akpol angkatan 96. Untuk diketahui, ajudan presiden dari unsur TNI yang ada saat ini juga berasal dari angkatan '96.


"Saya sampaikan, kalau bapak mau kebetulan ajudan-ajudan bapak tiga angkatan darat, laut, udara, itu (angkatan) '96. Di polisi ada yang '96, bahkan Adhimakayasa," imbuhnya.

Bahkan, Johnny adalah satu-satunya peraih Adhimakayasa di 3 angkatan. "Dan dalam sejarahnya, Akmil, AU, Akpol, satu-satunya yang pernah Adhimakayasa juara satu itu adalah Johnny Eddizon Insir ini," tuturnya.

Kapolri juga menceritakan pengalaman Johnny selama berkiprah di Korps Polri itu kepada Jokowi. Menurut Tito, Johnny punya kepribadian yang bagus dan cerdas.

"Anaknya pintar, pengalaman di Jawa sudah, di Jawa Timur, di Papua pernah jadi Kapolres di Gunung Wamena, Manokwari, dua tempat yang sangat dinamis keamanannya tapi bisa dikelola dengan baik. Dia juga lulusan Australianya masternya, di Wollongong University. Jadi bahasa Inggrisnya bagus, pribadinya juga bagus, sekarang direktur reserse di (Polda) Riau," paparnya.


Polri sendiri sudah mengajukan 3 nama polisi berpangkat kombes yang terbaik untuk menjadi ajudan Jokowi. Akan tetapi, saat itu Jokowi belum menentukan pilihannya dari ketiga polisi tersebut.

"Kalau bapak (presiden) berkenan, saya hadapkan. 'Ya udah saya coba', sehingga beliau minta data. Karena ajudan Polri sudah hampir 6 atau 7 bulan kosong. Ya mungkin beliau, sudah tiga orang kita ajukan, sudah tes, kalau tesnya lulus. Cuma masalah kalau namanya mencari ajudan bukan hanya masalah kemampuan, tapi juga nge-klik nggak, satu chemistry nggak. Beliau begitu dihadapkan, langsung, 'ya saya pilih dia'," tuturnya.

Saat ini, Johnny sudah bekerja di istana sebagai ajudan presiden. "Dia sudah mulai menjabat semenjak kemarin. Tadi sudah tampil di DPR waktu pidato kenegaraan, di belakang beliau (presiden)," tandasnya. (mei/jbr)