DetikNews
2017/08/16 13:41:14 WIB

Tapal Batas

Cerita dari Barak: Tinggalkan Istri hingga Rogoh Kantong Pribadi

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Cerita dari Barak: Tinggalkan Istri hingga Rogoh Kantong Pribadi Tentara mengajar mengaji. Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Sanggau - Sore di kawasan perbatasan, pria-pria berambut cepak dan berbadan tegap nampak bercucuran keringat. Dari markas serdadu perbatasan ini terdengar pekik suara anak-anak, "Kya! Kya! Kya!"

Para personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri 131/Brajasakti (Satgas Pamtas Yonif 131/Brs) yang bercucuran keringat itu sedang bermain voli. Pekik serempak anak-anak di bagian dalam adalah suara latihan Karate yang diajarkan di Pos Komando Taktis, Entikong, Kalimantan Barat, ini.

Tentara mengajar karate anak-anak perbatasan.Tentara mengajar karate anak-anak perbatasan. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Senin (17/7/2017), menjadi pekan-pekan terakhir tentara asal Payakumbuh ini bertugas di perbatasan. Rutinitas pengabdian di zona damai ini memperlihatkan sisi humanis tentara yang terkenal garang bila sedang mengangkat senjata itu.

"Bersikap Ramah Tamah terhadap Rakyat", "Bersikap Sopan Santun terhadap Rakyat" Itu adalah bunyi plangkat di lorong dalam barak yang terletak tak jauh dari Jalan Lintas Malindo ini.

Sejak November 2016, kegiatan tentara lebih banyak diisi dengan kegiatan membaur dengan masyarakat, seperti melatih Karate untuk anak-anak setempat, membantu kegiatan di sekolah, hingga mengajar ngaji. Tentu saja patroli patok perbatasan sering dilakukan, minimal sebulan sekali dan paling banyak sebulan tiga kali.

Tentara mengajar anak-anak ngaji.Tentara mengajar anak-anak ngaji. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Melongok ke bagian dalam barak, delapan ranjang dan lemari berjejer rapi, mencerminkan ketatnya disiplin Peraturan Urusan Dinas Dalam yang diterapkan di sini. Penempatan selimut, tas, hingga helm sudah diseragamkan sedemikian rupa. Namun barang-barang personel Satgas Pamtas ini sebagian sudah dikemasi untuk dikirim pulang ke Payakumbuh, Sumatera Barat.

"Ini sudah mulai mengepak, yang sudah tidak dipakai lagi sudah dikirim sedikit-sedikit," kata Pratu Otong Darma (27) sambil menata barangnya di dekat ranjang.

Cerita dari Barak: Tinggalkan Istri hingga Rogoh Kantong PribadiPratu Otong Darma. Foto: Danu Damarjati/detikcom

Bila balik ke Payakumbuh, Otong bakal bertemu kembali dengan istri yang telah dia tinggalkan selama sembilan bulan. Untuk Otong secara pribadi, perjumpaan dengan istrinya bakal terasa istimewa. Soalnya sembilan bulan lalu, dia meninggalkan sang istri dalam momen spesial.

"Seminggu setelah menikah, saya berangkat ke sini. Jadi saya seminggu saja bareng sama istri, hahaha...," kata Otong.

Barak tentara.Barak tentara. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Panggilan pengabdian untuk negara membuatnya siap untuk menjalani tugas, apapun situasinya, termasuk meninggalkan istri. Apalagi Otong juga sudah berpengalaman tugas di daerah yang jauh dari kampung halaman. Dia pernah bertugas di Ambon. Justru di Entikong ini, suasananya jauh lebih terjamin ketimbang di Ambon.

"Di sini lebih nyaman. Di Ambon itu istilahnya dulu tegang, karena pengamanan rawan. Kita ke pasar saja bawa senjata. Kalau di sini kan kita hanya mengamankan perbatasan saja. Selebihnya, hanya kegiatan teritorial bercampur dengan warga, mengajar anak SD, mengajar mengaji," kata putra Jawa Barat ini.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed