"Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia juga berterimakasih pada Polri karena selalu menjaga rasa aman masyarakat, termasuk keberhasilan Polri, BNN, dan Ditjen Bea Cukai dalam membongkar penyelundupan 1 ton sabu," kata Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan pertahanan dan keamanan yang kita hadapi tidak lagi dalam paradigma Jawa Sentris, melainkan Indonesia Sentris. Karena itu, gelar pasukan TNI, serta strategi pertahanan kita, harus bisa menjaga setiap jengkal tanah, setiap ombak lautan, dan setiap kaki langit Tanah Air Indonesia," katanya.
Jokowi juga mengatakan, jenis ancaman yang dihadapi Indonesia saat ini bukan lagi hanya serbuan dari negara lain, tetapi ancaman baru berupa gerakan ekstrimisme, radikalisme, terorisme, perdagangan manusia, kejahatan narkoba, penyelundupan senjata, dan kejahatan siber.
"Karena itu, saya serukan kepada seluruh rakyat Indonesia, untuk terpanggil menjalankan tugas dan tanggungjawab kebangsaan kita untuk ikut serta bela negara. Di manapun kita berada, apapun pendidikan kita, apapun profesi kita, apapun pekerjaan kita, semua punya hak, semua punya kewajiban, semua punya kesempatan yang sama untuk bela negara," katanya. (bpn/jor)











































