DetikNews
Rabu 16 Agustus 2017, 11:39 WIB

Jokowi: Kita Ingin Rakyat di Perbatasan Bangga Jadi Bagian NKRI

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Jokowi: Kita Ingin Rakyat di Perbatasan Bangga Jadi Bagian NKRI Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Jakarta - Presiden Jokowi menyampaikan pidato kedua hari ini di sidang bersama DPD-DPR RI. Jokowi menegaskan pemerataan pembangunan jadi fokus pemerintah.

"Pembangunan yang kita jalankan bersama bukan hanya untuk yang tinggal di kota-kota, tapi untuk seluruh anak bangsa, baik yang tinggal di pedesaan, daerah-daerah pinggiran, pulau-pulau terdepan, maupun kawasan perbatasan. Kita ingin rakyat di perbatasan menjadi bangga menjadi bagian dari Warga Negara Republik Indonesia," kata Jokowi dalam pidatonya di sidang DPD-DPR RI, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).





"Kita ingin rakyat-rakyat di perbatasan merasakan kehadiran Negara melalui pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Motaain dan Motamasin NTT, Skouw-Papua, Entikong-Kalimantan Barat, Aruk Kalimantan Barat, dan Nanga Badau-Kalimantan Barat," imbuh Presiden.


Jokowi mengatakan PLBN adalah beranda terdepan Indonesia yang diharapkan memunculkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru, sehingga pembangunan menjadi lebih merata di seluruh pelosok negeri. Untuk mempercepat pemerataan pembangunan di daerah dan desa, Pemerintah meningkatkan anggaran transfer ke daerah dan dana desa.

"Melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Pemerintah meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan infrastruktur dasar seperti jaringan air minum sampai ke rumah-rumah warga. Pemerintah juga mendorong pergerakan ekonomi daerah dengan peningkatan presentase kemantapan jalan provinsi, jalan
kabupaten/kota dan mendukung irigasi pertanian," tutur Jokowi.


Jokowi melanjutkan komitmen pemerataan ekonomi juga diwujudkan melalui peningkatan Dana Desa, yang pada tahun 2017 ini besarnya Rp60 triliun. Dengan dana desa ini, Pemerintah mendorong percepatan pertumbuhan serta pemerataan ekonomi desa.

Dalam mendukung pemerataan, Pemerintah juga mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional yang mencapai 92 persen pada bulan Maret tahun 2017.

"Dalam sidang yang terhormat ini, saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada warga Desa Wogalirit, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa
Tenggara Timur, setelah 72 tahun merdeka, sekarang akhirnya bisa menikmati layanan listrik. Selamat juga untuk warga desa-desa lain di seluruh Tanah Air, yang tahun 2017 ini bisa menikmati layanan listrik," ujar Jokowi.

"Keinginan untuk melakukan pemerataan yang berkeadilan bukanlah sekedar slogan, kita harus betul-betul wujudkan secara konkret," imbuhnya.


Jokowi mengatakan bertahun-tahun rakyat Indonesia di Tanah Papua harus membeli BBM dengan harga sangat mahal. Harganya berpuluh-puluh kali lipat dengan harga yang dibeli rakyat Indonesia di pulau Jawa atau Sumatera.

Jokowi mengatakan perbedaan harga yang terlalu jauh itu tidak boleh terjadi di Negeri Pancasila. Untuk itu, Pemerintah menerapkan kebijakan BBM satu harga, sehingga rakyat Indonesia di Tanah Papua menikmati harga yang sama dengan harga di Jawa dan daerah lain di Indonesia.
(tor/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed