Di Sidang Bersama DPD-DPR, OSO: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Di Sidang Bersama DPD-DPR, OSO: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 11:07 WIB
Di Sidang Bersama DPD-DPR, OSO: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Ketua DPD Oesman Sapta dan pimpinan DPD lainnya (Dok. DPD)
Jakarta - Ketua DPD Oesman Sapta Odang membuka Sidang Bersama DPR-DPD. Dia mengungkapkan tugas utama DPD adalah menyuarakan kepentingan daerah.

"Jika anggota DPR RI menyalurkan aspirasi politik rakyat, maka anggota DPD RI menyuarakan kepentingan daerah. Sidang Bersama ini adalah momentum yang tepat bagi DPD RI dan DPR RI untuk mengkristalisasi berbagai persoalan yang dihadapi rakyat di seluruh pelosok Tanah Air," kata Oesman di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Dia menyampaikan harapan kepada para petani sampai pedagang kaki lima. Oesman berharap rakyat merasakan manfaat infrastruktur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan pada kesempatan ini, saya ingin mendoakan para petani, para buruh, para nelayan, para pedagang kaki lima, dan pedagang pasar agar tetap sehat, bahagia, dan dilindungi Tuhan Yang Maha Esa. Dan semoga semua merasakan manfaat pembangunan yang dijalankan Presiden Jokowi," ucap dia.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Partai Hanura ini mengatakan persoalan dasar Indonesia adalah kesenjangan yang ada di masyarakat. Tak hanya kesenjangan ekonomi, Oesman melihat ada kesenjangan pada rasa kebangsaan.

Dia berharap, dalam Sidang Bersama ini, hal tersebut dapat dibahas secara gamblang tanpa ada yang ditutupi.

"Jangan ada dusta di antara kita," ujar dia.

Menurutnya, upaya memperkecil kesenjangan ekonomi sudah dapat dilakukan dengan pembangunan infrastruktur yang sudah dan sedang dijalankan. Usaha memperkecil kesenjangan itu harus terus dilakukan meski pembangunan ekonomi Indonesia cukup baik.

"Kita boleh bangga dan berbesar hati bahwa dari tahun ke tahun kita mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen per tahun. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas pertumbuhan itu masih menyisakan pekerjaan rumah yang sangat besar, yakni kesenjangan ekonomi. Kita merasakan, dan rakyat juga merasakan kesenjangan ekonomi ini," ujarnya. (jbr/elz)


Berita Terkait