Ketua MPR: UUD 1945 dan Pancasila Harga Mati Indonesia

Ketua MPR: UUD 1945 dan Pancasila Harga Mati Indonesia

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Rabu, 16 Agu 2017 10:23 WIB
Ketua MPR: UUD 1945 dan Pancasila Harga Mati Indonesia
Nuansa Merah-Putih di dalam ruang sidang paripurna. (Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia tengah menjalani era kebebasan dan demokrasi. Menurutnya, hal ini harus disyukuri dan diisi dengan perjuangan.

"Ini era kebebasan dan demokrasi yang telah dan sedang dijalani Indonesia. Kita patut bersyukur dan jangan menyiakan perjuangan gerakan reformasi, maka kita harus mengisi di berbagai bidang," kata Zulkifli saat Sidang Tahunan MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Dia mengatakan, sejak awal didirikan, Indonesia telah memiliki empat tujuan. Hal ini dirumuskan oleh pendiri bangsa yang termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan cita-cita tersebut ialah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan ketertiban bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Zulkifli mengatakan Indonesia harus dikembalikan kepada empat cita-cita tersebut. Sebab, era kebebasan dan demokrasi ini memberi banyak kemungkinan untuk dihadapi Indonesia.

"Di satu pihak, ada yang frustrasi, lalu mencari pegangan sendiri karena menganggap yang disepakati bersama tak memberi jaminan bagi dirinya untuk maju bersama. Pada bagian ini, kita menganggap negara dan bangsa menganggap pentingnya aspek memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

"Di pihak lain, ada yang sudah melampaui kesejahteraan umum untuk mencapai apa yang dimaksud mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka yang harus dapat prioritas adalah masalah perlindungan bangsa dan tumpah darah Indonesia," sambung Zulkifli, yang juga Ketua Umum PAN.

Zulkifli berharap para pemimpin Indonesia dapat melihat persoalan dengan pikiran jernih. Selain itu, tetap kembali kepada cita-cita tersebut dalam menghadapi masalah dan upaya pembangunan Indonesia.

Menurutnya, UUD 1945 dan Pancasila adalah landasan Indonesia yang tak dapat ditawar.

"Kita tidak boleh biarkan Indonesia robek dan koyak, kita tak dapat biarkan UUD dan Pancasila dicampakkan dan hanya menjadi simbol. Karena UUD 1945 dan Pancasila adalah kesepakatan dan rujukan bersama dalam bernegara dan ber-Indonesia. Itu tak dapat ditawar dan sudah jadi harga mati," ungkap dia. (jbr/ear)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads