DetikNews
Rabu 16 Agustus 2017, 07:39 WIB

Sudin KPKP Jakpus: Beli Hewan Kurban yang Ditempeli Stiker Sehat

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Sudin KPKP Jakpus: Beli Hewan Kurban yang Ditempeli Stiker Sehat Foto: Hewan-hewan kurban diperiksa kesehatannya. Fotografer: Istimewa
Jakarta - Hewan-hewan kurban di Jakarta Pusat diperiksa kesehatannya. Bagi warga yang hendak berkurban, disarankan membeli hewan-hewan kurban yang ditempeli stiker sehat dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian ( Sudin KPKP) Jakarta Pusat.

SudinKPKP Jakpus rutin melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban setiap tahun di wilayahJakarta Pusat. "Semua hewan kurban yang masuk, kami periksakesehatannya. Jadi kami datangi ke seluruh tempat penampungan. Setelah kita periksa kita tempelkan stiker," kataKasudinKPKP, Bayu SariHastuti, saat dihubungi, Rabu (16/8/2017).
Hewan-hewan kurban yang terjual dipastikan dalam kondisi sehat.Hewan-hewan kurban yang terjual dipastikan dalam kondisi sehat. Foto: Fotografer: Istimewa



Bayu mengatakan hal ini dilakukan guna memastikan hewan-hewan yang terjual dalam kondisi sehat. Selain itu, penampungan atau penjual hewan kurban diharuskan mempunyai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan daerah asal.

Hewan-hewan kurban yang sehat ditempeli stiker.Hewan-hewan kurban yang sehat ditempeli stiker. Foto: Fotografer: Istimewa

"Harus ada SKKH-nya dari daerah asal. Bahwa, hewan kurban yang dijual harus sehat. Jadi pembeli sebaiknya membeli hewan kurban yang sudah ditempeli stiker oleh Sudin KPKP," jelasnya.


Sebaliknya, hewan kurban yang sakit atau tidak cukup umur akan diberi tanda X oleh Sudin KPKP sehingga masyarakat bisa membedakan jika ingin beli hewan kurban yang sehat.

Warga yang hendak berkurban disarankan membeli hewan kurban yang sehat dan berstiker.Warga yang hendak berkurban disarankan membeli hewan kurban yang sehat dan berstiker. Foto: Fotografer: Istimewa


"Hewan yang sakit atau tidak cukup umur, kami beri tanda X dengan pilok (cat). Ini agar masyarakat tahu bahwa hewan tersebut tidak layak menjadi hewan kurban," ujar Bayu.

Bayu mengatakan ada sekitar 165 titik lokasi penampungan atau penjualan hewan kurban di Jakarta Pusat. Titik terbanyak ada di Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang dengan 47 titik.

"Data dari lurah-lurah, lokasi seperti tahun lalu. Data belum semua masuk. Tapi total sekitar 165 titik. Terbanyak di Kebon Melati ada 47 titik, kemudian Kebon Kosong ada 14 titik," tuturnya.
(cim/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed