"Bapak Presiden Jokowi insyaallah tidak akan melarang kepada pembantunya untuk menentukan pilihan politiknya. Saya punya keyakinan, Pak Jokowi yang bijak akan mengizinkannya," kata Ketua DPP Partai NasDem Hasan Aminuddin, Selasa (15/8/2017).
Hasan mengatakan partai politik yang telah memiliki calon di luar Ibu Khofifah tidak punya hak melarang Ketum PP Muslimat NU itu maju untuk mencalonkan diri dalam pilgub. Seperti diketahui, Ketum PKB Muhaimin Iskandar berulang kali mengimbau Khofifah tak maju dalam Pilgub Jatim. PKB sendiri sudah memastikan mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Saat Mas Imin Buat Khofifah Gerah |
Anggota Fraksi NasDem DPR ini mengatakan sudah ada komunikasi antara pihaknya dan Khofifah soal Pilgub Jatim 2018. Hasil dari komunikasi tersebut, kata Hasan, Khofifah menyatakan 99 persen siap maju menjadi cagub Jatim.
"Saya selaku politisi ingin meyakinkan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur bahwa niat mengabdikan jiwa-raga Bu Khofifah untuk Pilgub Jatim belum pernah hilang, sama seperti 10 tahun," tuturnya.
Baca juga: Psywar Cak Imin vs Khofifah |
Anggota Komisi VIII DPR RI dari daerah pemilihan Pasuruan-Probolinggo itu menerangkan peluang Khofifah untuk maju menjadi cagub Jatim sangat besar. Selain ada peluang besar dukungan dari Partai NasDem, Khofifah mendapatkan dukungan dari partai lainnya, seperti Golkar, PPP, dan Hanura.
"PKB kan kursinya cukup untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur. NasDem juga ingin membangun sebuah demokrasi di Jawa Timur agar calonnya tidak tunggal," ucap Hasan. (roi/elz)











































