DetikNews
Selasa 15 Agustus 2017, 16:21 WIB

Polda Sulsel Musnahkan 1 Kg Sabu

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Polda Sulsel Musnahkan 1 Kg Sabu Foto: Pemusnahan sabu(Amang-detikcom)
Makassar - Jajaran Direktorat Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memusnahkan 1 Kg sabu hasil tangkapan jaringan pengedar antar pulau di ruang Aula Direktorat Reserse Narkoba Lantai III Polda Sulsel, Selasa (15/8/2017).

Barang bukti 1 kg Sabu berasal dari pengungkapan kasus narkoba di Parkiran Penyeberangan Pulau Kayangan, Jl.Ujung Pandang Baru oleh Dit Polairud Polda Sulsel pada 21 Juni 2017 lalu.

Pemusnahan dipimpin Dirnarkoba Polda Sulsel Kombes Pol Eka Yudha Setiawan, Kasubdit Gakkum Dir Polairud Polda Sulsel AKBP Aidin Makadomo, pejabat Kejaksaan Negeri Pangkep, Kabid Pemberantasan Narkoba BNP Ustin Pangarian, pejabat Labfor, dan pejabat Balai POM.

"Kita musnahkan barang bukti hasil kejahatan narkoba jenis sabu yang terbungkus dengan plastik bening seberat kurang lebih 1 Kilogram ," ujar Eka.

Sebelum dimusnahkan, petugas labfor Polda Sulsel mengecek keaslian barang haram tersebut, dan ternyata hasilnya positif merupakan zat golongan Narkotika.

Dalam pemusnahan tersebut, petugas menggunakan 2 buah mesin blender dan mencampurkan sabu ke dalam air. Setelah digiling di mesin blender, Sabu yang telah bercampur dengan air dibuang di saluran kloset kamar mandi di Polda Sulsel.

Dir Polair Polda Sulsel AKBP Aidin Makadomo menjelaskan, pengungkapan sabu di Parkiran Penyeberangan Pulau Kayangan, depan Benteng Fort Rotterdam oleh Team Subdit Gakkum Dit Polairud , bermula saat teamnya memeriksa dan menangkap tersangka Salama, karena membawa 1 sachet sabu, seberat 12,75 gram. Setelah dikembangkan, petugas team lidik Subdit Gakkum Dit Polairud menuju ke Kabupaten Pangkep, dan menemukan hampir 1 Kg sabu yang disembunyikan di rumah Salama di Kalibone.

Selanjutnya, tersangka lain yang ciduk dalam kasus ini, Silahuddin, di hotel Davina Majene, Sulbar, pada 22 Juni 2017, dan diperoleh keterangan bahwa Sabu-sabu berasal dari Sitti di Tawau, Malaysia. Mereka berdua dikenakan Pasal 114 sub Pasal 112 juncto Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup dan denda maksimal Rp 10 miliar.
(mna/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed