"Jadi, yang kirim CCTV sudah dibalas dari AFP Australia, yang bersangkutan menyampaikan hasilnya bahwa tidak bisa melihat dengan jelas. Tetap sama dengan apa yang dianalisa di Indonesia," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Gerbage Plant Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (15/8/2017).
Agro belum memastikan langkah selanjutnya yang akan diambil. Kemungkinan bekerja sama dengan negara lain juga belum jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polda Metro jaya sebelumnya memberikan 3 rekaman CCTV kepada pihak AFP. Hal itu dilakukan untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel.
Selain itu, polisi telah meminta keterangan novel yang masih dirawat di Singapura. Namun polisi belum bisa mengungkap dalang di balik aksi teror itu. (abw/idh)











































