"Kita harus benar-benar bersatu untuk anak-cucu kita. Itu yang menurut saya menjadi tugas kita semua. Bukan dengan doktrinasi, dengan satukan simbol, dengan warna kaus, dengan ikat kepala 'NKRI harga mati', kebinekaan lebih dari itu, dari hati semua kerja untuk menyatukan kita semua," tegas SBY di Auditorium Utama LIPI lantai 2, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).
Dia juga mengklarifikasi adanya anggapan dari pihak lain yang menuduhnya ingin merusak negara. Pandangan itu, menurutnya, tidak benar dan dia sepenuhnya tetap berkomitmen menjaga NKRI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, SBY mengingatkan para pemimpin memberi contoh sehingga dapat memberikan keteduhan bagi masyarakat. Tokoh-tokoh agama pun diminta tidak banyak melakukan provokasi.
"Example dari pemimpin orang tua. Kalau tokoh-tokoh agama senangnya memprovokasi, mengagitasi, jadilah itu. Semakin menjadi-jadi. Tapi kalau meneduhkan, mencari solusi, mencari jalan keluar dialog," ujar SBY. (knv/rvk)











































