SBY: Jaga Kebinekaan Bukan dengan Ikat Kepala tapi dari Hati

SBY: Jaga Kebinekaan Bukan dengan Ikat Kepala tapi dari Hati

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 15 Agu 2017 15:38 WIB
SBY: Jaga Kebinekaan Bukan dengan Ikat Kepala tapi dari Hati
SBY (Citra Fitri Mardiana/detikFinance)
Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan kebinekaan tidak hanya diukur dari ikat kepala bertuliskan 'NKRI harga mati'. Menjaga kebinekaan disebut harus berasal dari hati.

"Kita harus benar-benar bersatu untuk anak-cucu kita. Itu yang menurut saya menjadi tugas kita semua. Bukan dengan doktrinasi, dengan satukan simbol, dengan warna kaus, dengan ikat kepala 'NKRI harga mati', kebinekaan lebih dari itu, dari hati semua kerja untuk menyatukan kita semua," tegas SBY di Auditorium Utama LIPI lantai 2, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

Dia juga mengklarifikasi adanya anggapan dari pihak lain yang menuduhnya ingin merusak negara. Pandangan itu, menurutnya, tidak benar dan dia sepenuhnya tetap berkomitmen menjaga NKRI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya masih optimistis prahara yang terjadi di Jakarta kemarin tidak ke mana-mana ya. Saya di militer pun 30 tahun tidak ada itu membenci karena perbedaan. Saya kira itu pandangan saya, jadi nggak benar itu soal pandangan saya yang mau merusak negara, tidak benar, saya mencintai negara, kita harus lebih kokoh untuk itu," tegasnya.

Selain itu, SBY mengingatkan para pemimpin memberi contoh sehingga dapat memberikan keteduhan bagi masyarakat. Tokoh-tokoh agama pun diminta tidak banyak melakukan provokasi.

"Example dari pemimpin orang tua. Kalau tokoh-tokoh agama senangnya memprovokasi, mengagitasi, jadilah itu. Semakin menjadi-jadi. Tapi kalau meneduhkan, mencari solusi, mencari jalan keluar dialog," ujar SBY. (knv/rvk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads