Nafa Urbach Siap Dampingi Ibu-ibu yang Anaknya Jadi Korban Pedofil

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 15 Agu 2017 15:10 WIB
Foto: Hanif Hawari/detikHOT
Jakarta - Artis Nafa Urbach merasa resah dengan komentar 'loli' pada postingan foto putrinya Mikhaela Lee Jowono (6) dalam sebuah artikel berita. Bahkan pesinetron 'Deru Debu' itu menerima banyak aduan dari ibu-ibu yang diduga anaknya telah menjadi korban pedofilia.


"Siapa pun yang sudah mendapatkan perlakukan pelecehan terhadap anaknya dari orang dewasa, silakan direct meessage ke saya, untuk sementara yang di daerah Jakarta, saya akan dampingi dan jembatani ke polisi," terang Nafa kepada wartawan, seusai berkonsultasi dengan polisi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Kekhawatirannya ini bermula dari adanya netizen yang menyebut putrinya 'loli' dalam sebuah artikel berita soal Mikhaela. Nafa mengafiliasikan sebutan 'loli' ini dengan pelaku paedofil yang mengincar anak di bawah umur.

Hal ini pun lantas membuat istri dari Zach Lee ini geram. Nafa pun akhirnya mengajak ibu-ibu untuk melaporkan pelaku pedofil kepada dirinya melalui direct message di akun Instagram-nya @nafaurbach.

Nafa mengaku, sampai saat ini sudah banyak ibu-ibu yang mengadukan bahwa anaknya menjadi korban pedofilia. Atas hal itulah, Nafa kemudian berkonsultasi ke Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya untuk langkah selanjutnya.

"Sudah banyak yang DM (direct message) ke saya, dan semua sudah saya adukan ke pihak kepolisian. Untuk ibu-ibu atau bapak-bapak yang anaknya menjadi korban pedofilia agar tidak takut melapor ke aparat yang berwajib," sambungnya.

Setelah berkonsultasi dengan polisi, Nafa mengaku mendapatkan pengalaman berharga. Ia pun menjadi lebih berhati-hati dalam memposting foto anaknya di media sosial.

"Saya akhirnya sekarang tidak bisa memposting foto anak sebebas yang saya mau. Khawatir terus ya efeknya, terutama kepada ibu-ibu. Saya juga jadi tidak bisa kerja jauh-jauh dan lama-lama," terangnya.

Ia juga mengimbau agar orang tua mengedukasi anaknya sedini mungkin untuk mencegah agar tidak menjadi korban pedofilia. Nafa juga mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dalam berinteraksi melalui media sosial.

"Betapa pentingnya kita berikan edukasi secara dini ke anak-anak kita untuk hal ini. Makanya perlu diedukasi ciri-ciri pelaku itu seperti apa, itu yang perlu diedukasi ke masyarakat," tuturnya.

Pengacara Nafa, Sandy Arifin mengatakan, langkah tersebut diambil karena kliennya menerima laporan dari ibu-ibu. Untuk itu, ia dan kliennya siap mendampingi orang tua yang anaknya menjadi korban pedofilia untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

"Jangan takut untuk buat laporan ke polisi, karena polisi pasti akan melindungi dan mem-back up," ujar Sandy.

Sandy mengatakan, upaya tersebut dilakukan Nafa karena sangat concern akan perkembangan putrinya yang masih berusia 6 tahun. Kliennya juga tidak ingin agar anak-anak lainnya menjadi korban pedofilia.

"Saya rasa seorang ibu wajar merasa khawatir. Langkah Mbak Nafa ini sudah tepat agar polisi bisa segera mengambil tindakan apabila di media sosial ada yang menjurus ke arah sana, sehingga jangan sampai ada korban pedofilia," lanjut Sandy.

(mei/aan)