"Semoga Mbak Nana (sapaan Najwa) segera bersama saya," kata Imam di hadapan Najwa dan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten, Kota Serang, Selasa (15/8/2017).
Baca juga: Najwa Shihab Tepis Isu Masuk Kabinet Kerja |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang Mbak Nana di sini bersama-sama saya," lanjut Imam mengklarifikasi.
Setelah memberikan candaan tersebut, Menpora juga menyanjung sosok Najwa yang dikenal memiliki integritas, intelektualitas, dan kesungguhan merawat literasi anak muda di Indonesia. Ia menilai perempuan yang malang melintang di dunia jurnalistik itu memiliki mimpi besar tentang bagaimana Indonesia menjadi hebat, optimistis, dan dibekali intelektualitas.
"Saya merasa ketika melakukan perubahan kebijakan sepakbola, Mbak Najwa responsif. Mbak Najwa sudah betul melihat bahwa ada denyut nadi masyarakat yang perlu difasilitasi," ujarnya.
Namun, ketika ditanyai apakah sosoknya pantas menjadi menteri, Imam hanya terdiam dan menjawab singkat bahwa itu adalah prerogatif presiden.
"Itu prerogatif presiden," ujarnya singkat.
Imam Nahrawi dan Najwa Shihab (Bahtiar/detikcom) |
Menpora Imam Nahrawi dan Najwa Syihab datang ke kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten dalam rangka orientasi mahasiswa baru. Najwa memberikan motivasi soal gerakan mahasiswa dan literasi masa kini. Dia mengatakan ada banyak informasi, buku digital, tapi juga informasi berisi hoax, fitnah, dan propaganda kebencian.
"Pendidikan tinggi tidak menjamin mana informasi asli mana palsu. Syaratnya, melatih dan membiasakan berpikir kritis. Membaca itu seperti olahraga, semakin dilatih, semakin kuat daya tahan membacanya," ujar Imam kepada mahasiswa baru. (bri/rvk)












































Imam Nahrawi dan Najwa Shihab (Bahtiar/detikcom)